Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Goethe-Institut Rangkul 6 Kampus di Bandung, Perkuat Kerja Sama Kebudayaan

Sugeng Sumariyadi
10/2/2026 17:11
Goethe-Institut Rangkul 6 Kampus di Bandung, Perkuat Kerja Sama Kebudayaan
Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Constanze Michel bersama rektor dari 6 perguruan tinggi di Bandung saat menandatangani kesepakatan kerja sama.(MI/SUMARIYADI)

GOETHE Institut Bandung merangkul enam perguruan tinggi di Bandung untuk bekerja sama dalam bidang pendidikan, kebudayan serta dialog internsional.

Kesepakatan berbentuk Nota Kesepahaman (MoU)  dan Nota Kesepakatan (MoA) dilaksanakan pada Selasa (10/2).

"Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, kolaborasi lintas institusi menjadi kunci dalam membangun masa depan yang berkelanjutan," ungkap Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Constanze Michel

Kerja sama ini, menurut dia, membuka peluang pengembangan berbagai program bersama. Mulai dari kegiatan akademik dan kebudayaan, penguatan pembelajaran bahasa Jerman, hingga proyek kolaboratif.

Di antaranya penerjemahan karya sastra anak dan remaja dari bahasa Jerman ke dalam bahasa Indonesia yang melibatkan dosen dan mahasiswa.

Constanze mengungkapkan di Goethe-Institut, pihaknya memandang bahasa, budaya, dan pendidikan sebagai sarana untuk menghubungkan orang-orang lintas disiplin dan lintas batas negara.

"Melalui kerja sama erat dengan universitas-universitas di Bandung, kami menciptakan ruang. Di dalamnya, mahasiswa, akademisi, serta seniman dapat saling belajar, mengembangkan perspektif baru, hingga membangun jejaring internasional yang berkelanjutan," tegasnya.

Menurut dia, kolaborasi ini menunjukkan bahwa pertukaran budaya saat ini bukan lagi bersifat satu arah, melainkan saling memperkaya. Bagi Indonesia, bagi Jerman, dan bagi masa depan global bersama.

Keenam perguruan tinggi yang ikut bekerja sama ialah Telkom University, Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Widyatama.

Kerja sama diteken Dekan Fakultas Industri Kreatif Telkom University Dandi Yunidar; Rektor Universitas ‘Aisyiyah Bandung Sitti Syabariyah; Rektor Universitas Katolik Parahyangan Tri Basuki Joewono; Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Aquarini Priyatna; Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Didi Sukyadi; serta Rektor Universitas Widyatama Dadang Suganda.


Mitra strategis

 

Pada kesempatan itu, Rektor Unpar Tri Basuki Joewono mengungkapkan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, pihaknya secara aktif membangun kolaborasi strategis untuk menciptakan dampak sosial yang bermakna.

"Bersama Goethe-Institut sebagai mitra strategis, kami yakin dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kepentingan bersama," jelasnya.

Sementara Rektor Universitas Aisyiyah Bandung Siti Syabariah mengaku menyambut baik terjalinnya kerja sama strategis dengan Goethe-Institut. Ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan, pengembangan penelitian, serta perluasan jejaring internasional.

"Kolaborasi ini diharapkan menjadi landasan yang kokoh dalam mendorong inovasi dan kontribusi nyata di tingkat nasional maupun global," tandasnya.

Sambutan baik juga datang dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Aquarini Priyatna.

“Melalui kolaborasi ini, Unpad memperkuat perannya dalam pertukaran budaya melalui pendidikan, penerjemahan, dan seni. Kami terus mendorong peningkatan rekognisi internasional universitas dalam jejaring kerja sama global di bidang akademik dan pemajuan budaya," paparnya.

Di tempat yang sama, Ketua Program Studi Produksi Film dan Televisi Universitas Widyatama Kenmada Widjajanto menyambut baik kerja sama dengan Goethe Institut sebagai langkah strategis dalam penguatan pendidikan berbasis kolaborasi internasional.

“Melalui partisipasi mahasiswa dalam program Aniwayang x Goethe Institut, mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran praktik yang kolaboratif dan lintas budaya bersama mentor dari Indonesia dan Jerman, khususnya dalam bidang animasi dan pengembangan cerita. Kerja sama ini sejalan dengan komitmen Program Studi Produksi Film dan Televisi Universitas Widyatama untuk menciptakan ruang pembelajaran yang relevan, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan industri kreatif serta dinamika global," lanjutnya.

Senada, Dekan Fakultas Industri Kreatif Telkom University Dandi Yunidar mengatakan kolaborasi strategis dengan Goethe-Institut dalam tema 'Culture in the Age of Uncertainty', FIK Telkom University melalui Program Studi Film dan Animasi, berkomitmen memperkuat resiliensi kreatif dosen dan mahasiswa.

Upaya dilakukan melalui pertukaran pengetahuan internasional, ko-produksi karya audio-visual, dan partisipasi aktif dalam platform festival global seperti Goethe Kino dan Kinofest untuk kemajuan bersama khususnya di bidang pendidikan.


Diskusi panel


Selain penandatanganan kerja sama, dalam acara bertajuk “Growing Cultural Futures Together: MoU Signing and Panel Discussion” acara ini juga menjadi ruang refleksi dan diskusi.

Seusai penandatanganan kerja sama, para rektor dan pemangku kepentingan lainnya terlibat dalam diskusi panel bertema “Culture in an Age of Uncertainty: The Role of Universities, Cultural Institutions and International Cooperation Today”.

Diskusi menyoroti peran strategis universitas dan lembaga kebudayaan dalam merespons tantangan global melalui kerja sama internasional.

Melalui kemitraan ini, Goethe-Institut Bandung menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra aktif bagi perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Bandung. Lembaga ini akan terus mendorong dialog budaya, memperkuat jejaring internasional, serta menciptakan ruang kolaborasi yang relevan bagi generasi muda.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner