Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan, Fokus Berantas Terorisme hingga Kejahatan Siber

Rahmatul Fajri
29/1/2026 10:04
Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan, Fokus Berantas Terorisme hingga Kejahatan Siber
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH Indonesia dan Australia sepakat untuk memperkuat kerja sama keamanan guna menghadapi dinamika ancaman global yang kian kompleks. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan ke-11 Australia–Indonesia Ministerial Council Meeting on Law and Security (MCM) yang digelar di Kedutaan Besar Australia, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Menko Polkam Djamari Chaniago bersama Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke MP. Kedua negara membahas isu-isu krusial yang berdampak langsung pada stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

"Kerja sama ini merupakan kepentingan bersama dan memiliki dampak besar bagi stabilitas regional. Oleh karena itu, penguatan sinergi harus terus kita tingkatkan," kata Djamari melalui keterangannya, Kamis (29/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua delegasi memetakan enam fokus utama kerja sama, antara lain keamanan domestik dan regional, kontra-terorisme dan penanggulangan ekstremisme, keamanan maritim dan penanganan migrasi ilegal, keamanan siber dan perlindungan infrastruktur kritikal, kejahatan transnasional, khususnya peredaran gelap narkoba, dan penanganan penyelundupan manusia serta penangkapan ikan ilegal.

Djamari menambahkan bahwa penguatan juga akan menyasar pada pengawasan ruang siber yang saat ini menjadi medan baru berbagai pelanggaran hukum internasional.

Sementara itu, Mendagri Australia Tony Burke MP menilai tantangan keamanan saat ini menuntut kedua negara untuk bekerja lebih keras. Ia mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin selama ini, namun menekankan pentingnya langkah-langkah yang lebih nyata.

“Apa yang telah kita lakukan sejauh ini sudah baik, namun belum cukup. Kita perlu melakukan lebih banyak langkah konkret untuk memastikan keamanan masyarakat di kedua negara benar-benar terjamin,” ujar Tony.

Pertemuan ini ditutup dengan pengesahan Joint Communique, sebuah dokumen kesepakatan yang menjadi panduan tindak lanjut kerja sama keamanan kedua negara di masa depan. Delegasi Indonesia dalam pertemuan ini melibatkan berbagai lembaga penting, mulai dari Polri, BIN, BSSN, BNPT, hingga Bakamla. Sementara delegasi Australia diperkuat oleh unsur dari Australian Border Force (ABF) dan Australian Federal Police (AFP). (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya