Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Tanggap Darurat Bencana Longsor Cisarua Berakhir, Operasi SAR Masih Berlanjut

Depi Gunawan
06/2/2026 20:31
Tanggap Darurat Bencana Longsor Cisarua Berakhir, Operasi SAR Masih Berlanjut
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana memberikan keterangan terkait operasi SAR korban longsor Cisarua.(Dok. MI)

STATUS tanggap darurat bencana longsor Pasirlangu, Kecamatan Cisarua resmi dicabut pada Jumat, 6 Februari 2026. Meski demikian, proses pencarian korban hilang dipastikan tetap berlanjut oleh tim SAR secara mandiri.

Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail menyatakan, pencabutan status darurat dilakukan setelah melalui pertimbangan kemanusiaan dan musyawarah dengan keluarga korban. 

"Pada dasarnya seluruh keluarga sudah mengikhlaskan, jadi sepertinya tanggap darurat bencana kita cabut hari ini. Namun pihak Basarnas tetap melaksanakan pencarian secara mandiri," kata Jeje.

Setelah ini, Pemkab Bandung Barat mengalihkan fokus ke tahap transisi penanganan pascabencana. Jeje telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan pendataan menyeluruh.

"Kami sekarang akan fokus ke transisi penanganan pasca bencana. Saya tadi sudah mengarahkan dinas untuk cek, mendata infrastruktur rusak seperti sekolah, akses jalan, serta kondisi ekonomi warga karena banyak yang kehilangan pekerjaan," ujarnya.

Menurut Jeje, pemulihan kehidupan korban terdampak menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Selain itu, upaya perbaikan infrastruktur dan pemulihan sosial ekonomi akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi.

"Saya ingin warga segera pulih dari bencana. Apalagi kemarin saya sudah salurkan bantuan untuk hunian sementara dan sekarang proses hunian tetap sedang berjalan dengan mencari lahan yang representatif," lanjut Jeje.

Di tempat berbeda, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengaku, operasi SAR longsor Pasirlangu resmi berakhir pada hari ke-14. Hingga hari terakhir operasi, 94 bodypack berhasil ditemukan. 

"Berdasarkan keputusan Bupati Bandung Barat, status tanggap darurat secara resmi berakhir hari ini. Hingga hari ke-14, Basarnas bersama Tim SAR Gabungan telah menemukan dan mengevakuasi sebanyak 94 bodypack dari target 80 korban," ungkap Ade. 

Dari jumlah tersebut, 74 korban telah berhasil diidentifikasi dari 77 bodypack, sementara sejumlah bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan sesuai prosedur forensik.

Sepanjang operasi pencarian, upaya dilakukan secara maksimal dengan dukungan lebih dari 3.100 personel SAR gabungan, termasuk pengerahan alat berat, ambulans, drone, serta unsur K9 yang dikerahkan secara terkoordinasi di seluruh sektor pencarian.

"Luas area pencarian mencapai kurang lebih 15,7 hektare. Kondisi medan yang masih labil serta dinamika cuaca menjadi tantangan utama dan berimplikasi pada keselamatan personel," bebernya.

Setelah status tanggap darurat dihentikan oleh pemerintah daerah, lanjut dia, kegiatan masuk ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Pada fase tersebut, Basarnas dan SAR Gabungan tetap hadir mendampingi proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun.

"Apabila ada informasi atau indikasi baru yang disampaikan dari lokasi, Basarnas dan SAR Gabungan akan menindaklanjuti, terutama terkait temuan korban atau indikasi adanya korban yang belum ditemukan," jelasnya.

Seperti diketahui, bencana longsor Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1) mengakibatkan 48 rumah rusak, 532 warga mengungsi, serta 80 orang dilaporkan hilang. 

Sebelumnya, Pemkab Bandung Barat menetapkan status darurat bencana longsor Pasirlangu selama 14 hari. Untuk mempercepat penanganan, Pemda mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,3 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner