Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Operasi Pencarian Korban Longsor Cisarua Dilanjutkan 7 Hari Kedepan

Depi Gunawan
30/1/2026 19:46
Operasi Pencarian Korban Longsor Cisarua Dilanjutkan 7 Hari Kedepan
Tim SAR melakukan pencarian korban longsor Cisarua Bandung Barat.(Dok. MI)

OPERASI pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat dipastikan diperpanjang hingga tujuh hari kedepan.

Perpanjangan pencarian korban longsor Cisarua tersebut sejalan dengan status tanggap darurat bencana yang ditetapkan Pemkab Bandung Barat selama 14 hari.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, keputusan perpanjangan operasi pencarian longsor Cisarua diambil setelah dilakukan evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung Barat.

"Operasi SAR akan terus dilanjutkan selama masih ada harapan untuk menemukan korban. Kami mohon doa agar cuaca tetap bersahabat sehingga pencarian sisa korban dapat berjalan maksimal," kata Syafii usai menutup operasi pencarian, Jumat (30/1).

Pada H+7 operasi SAR, petugas gabungan berhasil menemukan lima bodypack di area worksite A1, A2, dan A3. Seluruh bodypack tersebut telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.

"Alhamdulillah, sejak pagi hingga sore hari ini kondisi cuaca sangat mendukung pelaksanaan operasi SAR," tuturnya.

Secara keseluruhan, jumlah korban yang telah ditemukan hingga hari ketujuh operasi SAR mencapai 60 bodypack. Sementara itu, 20 bodypack lainnya masih dalam proses pencarian.

"Total korban yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama hingga hari ketujuh operasi SAR sebanyak 60 bodypack. Masih ada 20 bodypack yang terus kami upayakan untuk ditemukan," lanjut Syafii.

Berdasarkan data Tim DVI Polda Jawa Barat, hingga saat ini 44 bodypack telah berhasil diidentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi di sejumlah lokasi.

Sementara itu, Pemkab Bandung Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,3 miliar dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD untuk penanganan darurat bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.

Hal itu dilakukan guna mendukung penanganan bencana yang terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari lalu. Diketahui, bencana longsor Desa Pasirlangu mengakibatkan 80 orang tewas, puluhan rumah rusak dan ratusan orang harus mengungsi. 

"Status darurat bencana sudah ditetapkan selama 14 hari. Untuk mendukung status darurat, kami sudah siapkan anggaran sebesar Rp7,3 miliar dari BTT," ungkap Incident Commander (IC) Bencana Longsor Pasirlangu, Ade Zakir.

Anggaran tersebut akan difokuskan untuk tiga klaster penanganan bencana yakni bidang kesehatan melalui Dinas Kesehatan, bidang sosial melalui Dinas Sosial, dan bidang penanganan bencana melalui BPBD.

"Penetapan masa darurat bencana termasuk penambahan anggaran bakal dievaluasi setelah penetapan masa darurat bencana selama 14 hari selesai," tambah Ade.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner