Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Kota Cirebon Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai

Nurul Hidayah    
06/2/2026 17:42
Kota Cirebon Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai
Warga Kota Cirebon bergotong royong melakukan pembersihan Pantai Kesenden(MI/NURUL HIDAYAH)

AKSI bersih-bersih pantai dilakukan di Kota Cirebon. Kegiatan ini merupakan respon dari keluhan akan tumpukan sampah di pesisir Kota Cirebon.

Aksi bersih-bersih pantai ini dilakukan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Cirebon bersama organisasi kemasyarakatan dan pelajar di sepanjang Pantai Kesenden, Kota Cirebon, Jumat (6/2).

Komandan Korem (Danrem) 063 Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, menjelaskan ada sekitar 400 personil yang terlibat dalam aksi tersebut. “Kegiatan ini juga selaras dengan arahan Presiden yang meminta daerah pesisir memperkuat aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan."

Dia menjelaskan pihaknya sudah menerima taklimat dari Presiden Republik Indonesia yang salah satunya untuk melakukan pembersihan di wilayah masing-masing.

“Khususnya daerah yang memiliki garis pantai. Cirebon memiliki garis pantai cukup panjang, jadi kita bergerak bersama,” tuturnya.

Hista mengakui bahwa pembersihan sampah yang memenuhi Pantai Kesenden memiliki tantangan tersendiri. Pantai Kesenden tidak terlalu panjang namun didominasi oleh lumpur.

Kondisi ini  membuat akses untuk membersihkan sampah yang datang terbawa air pasang dan aliran sungai mengendap di antara sedimen, sehingga menjadi tantangan dalam kegiatan tersebut.

“Pantai kita ini berbeda dengan daerah lain. Lebih dominan lumpur dan sampah banyak terbawa dari air pasang maupun muara sungai. Lumpur di sini cukup tebal, bisa 1 sampai 2 meter. Tapi bukan berarti tidak bisa dibersihkan, tetap kita upayakan bertahap,” jelasnya.

Hista juga akan mendatangkan kendaraan amfibi untuk bisa menjangkau titik yang sulit diakses.


Berasal dari wilayah lain


Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini, menjelaskan  Pantai Kesenden memiliki karakter yang berbeda dengan pantai lain.

“Kota Cirebon cenderung mengalami akresi, jadi sedimen dari laut menumpuk di pesisir. Sekarang bukan hanya sedimen, sampah juga ikut berhenti di sini,” jelasnya.

Dia memaparkan sampah yang menumpuk di pesisir bukan semata berasal dari daratan Kota Cirebon, melainkan terbawa arus dari muara sungai dan wilayah perbatasan.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan BBWS untuk pemasangan barrier atau penyaring sampah di beberapa titik sungai agar tidak semua sampah lolos ke pesisir.  

“Kami mengusulkan pemasangan barier di tiga titik strategis, termasuk wilayah perbatasan kabupaten dan kota, sebagai upaya penyaringan dari hulu,” tandas Fina.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner