Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Nabilah, Mahasiswa Arsitektur UPI, Rancang SMK LB Asrama Aksesibel Tunadaksa

Naviandri
05/2/2026 19:18
Nabilah, Mahasiswa Arsitektur UPI, Rancang SMK LB Asrama Aksesibel Tunadaksa
Rancangan SMK Luar Biasa (SMK LB) beserta Asrama Adikara Tunadaksa karya Nabilah, mahasiswa arsitektur UPI.(MI/NAVIANDRI)

JAWA Barat merupakan provinsi dengan jumlah penyandang disabilitas tunadaksa tertinggi di Indonesia. Namun, fasilitas pendidikan kejuruan yang dirancang khusus untuk tunadaksa, terutama yang terintegrasi dengan asrama, masih sangat terbatas.

Menjawab kebutuhan tersebut, Nabilah Dwisepti Cahyani, mahasiswa Arsitektur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menghadirkan rancangan SMK Luar Biasa (SMK LB) beserta Asrama Adikara Tunadaksa sebagai karya Studio Perancangan Arsitektur 4.

Dia mendapat bimbingan dari dosen Program Studi Arsitektur, Ar. Ir. Agara D Gaputra. Rancangan ini mengusung pendidikan kejuruan inklusif yang didukung lingkungan belajar dan hunian sepenuhnya aksesibel.

"Asrama Adikara Tunadaksa dirancang dengan prinsip aksesibilitas universal, meliputi sirkulasi kursi roda tanpa hambatan, ramp dan koridor sesuai standar, tata ruang fleksibel, serta fasilitas sanitasi ramah disabilitas. Program kejuruan SMK LB Tunadaksa diarahkan pada bidang dengan peluang kerja nyata," tutur Nabilalah.

Menurut dia, dari sisi kontribusi pembangunan berkelanjutan, karya ini selaras dengan semangat SDG 4 (Quality Education) melalui perluasan akses pendidikan bermutu bagi semua serta SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui perancangan yang mengurangi hambatan fisik dan memperkuat kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas.

"Selain itu, pendekatan aksesibilitas pada lingkungan binaan juga sejalan dengan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) yang mendorong ruang publik yang aman, inklusif dan dapat diakses," terangnya.

Nabilah mengungkapkan sebagai bentuk dampak yang dapat diverifikasi, karya ini telah diperkenalkan kepada publik melalui Pameran Kridaya Learning pada 31 Januari 2026, bertepatan dengan kegiatan Open Visit UPI, yang berlangsung di Kampus UPI dan terbuka untuk umum.

"Pameran ini menjadi ruang berbagi gagasan mengenai pengembangan sekolah kejuruan inklusif bagi penyandang disabilitas tunadaksa di Indonesia, khususnya di Jabar," ucapnya.

Ke depan, ungkap dia, perancangan ini diharapkan menjadi model konseptual dan pemantik kolaborasi bagi pemangku kepentingan pendidikan, komunitas disabilitas, serta pemerintah daerah dalam memperluas ketersediaan fasilitas vokasi yang inklusif dan bermartabat.

"Karya desain ini telah memperoleh Sertifikat Pencatatan Ciptaan (Hak Cipta) dengan Nomor: EC002026019756 terbit pada 31 Januari 2026, atas nama Nabilah Dwisepti Cahyani dan Agara Dama Gaputra," jelasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner