Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Sejumlah Rumah di Kabupaten Cirebon Terancam Pergerakan Tanah

Nurul Hidayah    
04/2/2026 20:05
Sejumlah Rumah di Kabupaten Cirebon Terancam Pergerakan Tanah
Pergerakan tanah di Desa Gemulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon.(MI/NURUL HIDAYAH)

PERGERAKAN tanah mengancam warga Desa Gemulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon

“Pergerakan tanah di desa kami dipicu aliran air sungai yang mengikis tebing. Ditambah kondisi tanah yang memang labil,”  tutur Kepala Dusun Rambut Kasih, Desa Gemulung Tonggoh, Kusnadi, Rabu (4/2). 

Dia menjelaskan pergerakan tanah sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Namun, hujan deras yang turun belakangan membuat kondisi kembali memburuk.

“Retakan-retakan ini dulu juga pernah ada. Sekarang hujannya deras lagi, hampir setiap hari,  ya retak lagi. Jadi habis hujan langsung retak. Tanah di sini memang labil,” tambahnya. 

Kondisi yang ada di wilayahnya, lanjut Kusnadi, menyebabkan dua rumah sudah dikosongkan oleh penghuninya. 

“Beberapa waktu lalu ada satu rumah yang ditinggalkan pemiliknya karena takut longsor. Padahal sebelumnya sudah ada satu rumah dikosongkan penghuninya juga karena takut longsor. Berarti sudah dua rumah yang ditinggalkan dan dibongkar pemiliknya,” lanjutnya. 

Saat ini  ada lima rumah di dusun tersebut yang terancam ambruk akibat terkikisnya tebing oleh air sungai. 

“Penduduk di dusun kami memang sedikit. Hanya 10 kepala keluarga, sebagian di antaranya tinggal di area paling rawan. Kalau musim hujan ya pada takut, terutama yang tinggal di sekitar tebing,” tambah Kusnadi.

Kini, keberadaan lima  rumah milik warga sudah sangat dekat dengan bibir tebing dan tebing itu tergerus air sungai. Gerusan   air sungai menyebabkan tanah penopang bangunan bergerak dan memunculkan retakan di tanah maupun dinding rumah. 

Retakan di permukaan tanah terlihat memanjang ke arah sungai dengan panjang bervariasi. Sementara di tembok rumah, celah retakan tampak jelas dengan diameter mencapai 10 cm hingga 12 cm. 

Sebelumnya, hujan deras juga menyebabkan satu rumah warga di Dusun Pakuwon RT 5/2, Desa Gemulung Tonggoh, mengalami kerusakan parah setelah bagian dapurnya jebol diterjang longsor, Senin (2/2) sore.

Kepala Desa Gemulung Tonggoh, Agus Syaifuddin, menjelaskan bahwa longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. 

“Akibat hujan deras dari siang sampai malam, ada satu rumah warga yang terkena bencana longsor karena intensitas hujan yang sangat tinggi,” ungkapnya. 

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut, namun pemilik rumah terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat demi menghindari longsor susulan.

Selain merusak satu rumah, hujan deras juga memicu pergerakan tanah di sejumlah dusun lain di Desa Gemulung Tonggoh. Pemerintah desa mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi yang tinggal di wilayah rawan longsor.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner