Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Hujan Deras Picu Pergerakan Tanah di Banjarnegara 

Lilik Darmawan
20/1/2026 15:20
Hujan Deras Picu Pergerakan Tanah di Banjarnegara 
Pergerakan tanah di Banjarnegara.(Dok. Antara)

HUJAN deras yang mengguyur wilayah Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah selama tiga hari berturut-turut memicu terjadinya pergerakan tanah. Hujan deras mengakibatkan kerusakan sejumlah rumah warga serta mengancam bangunan sekolah di sekitar lokasi.

Kondisi itu menyebabkan tanah bergerak dan memunculkan rekahan yang membahayakan permukiman warga, termasuk bangunan SMP Negeri 3 Satu Atap (Satap) Pandanarum dan satu gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan sedikitnya lima rumah warga masuk dalam zona terancam akibat pergerakan tanah tersebut. Rumah-rumah itu masing-masing milik Misto dan Bardi di Dusun Kendilwesi, serta Turyanto, Kaswari, dan Tarwo di Dusun Jamban, Desa Lawen.

“Selain merusak rumah warga, rekahan tanah juga mengancam bangunan SMPN 3 Satap Pandanarum dan PAUD Tunas Bangsa yang lokasinya tidak jauh dari pusat pergerakan tanah,” jelasnya.

Aji menyebutkan, dampak pergerakan tanah telah menyebabkan retakan pada bangunan, akses jalan, dan area permukiman. Bahkan, terdapat sekitar 12 rumah warga yang berada dalam radius 150 meter dari pusat rekahan.

Pergerakan tanah tersebut juga berpotensi mengancam satu dusun yang berada di bawah titik rekahan dengan jarak sekitar 200 meter. Meski demikian, hingga kini warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan di wilayah itu masih cukup tinggi.

“Untuk sementara warga masih bertahan di rumah, namun tetap diminta waspada karena potensi hujan masih terjadi,” ujar Aji.
Guna mengantisipasi dampak lanjutan, BPBD Banjarnegara bersama relawan terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Upaya yang dilakukan antara lain menutup rekahan tanah untuk mengurangi risiko longsor susulan.

Selain itu, BPBD juga melakukan perbaikan alat Early Warning System (EWS) agar pemantauan pergerakan tanah dapat dilakukan secara lebih optimal. 

BPBD mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika terjadi tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya