Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Latih 200 UMKM Banjarnegara Bikin Konten lewat Creators Lab

Naufal Zuhdi
01/12/2025 21:15
Latih 200 UMKM Banjarnegara Bikin Konten lewat Creators Lab
Ilustrasi(Dok Freepik )

TOKOPEDIA dan TikTok Shop by Tokopedia (TikTok Shop) bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mendukung program pemberdayaan UMKM lokal dari Kementerian UMKM 'Juragan UMKM'. Dukungan itu diwujudkan dengan melatih 200 UMKM di Banjarnegara, Jawa Tengah agar mahir membuat konten video untuk meningkatkan penjualan dan berkontribusi terhadap ekonomi digital melalui 'Creators Lab'.

Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2024 tercatat sangat tinggi, yakni sekitar Rp1.497 triliun, dan ditargetkan naik drastis menjadi sekitar Rp 6.654 triliun pada 2030. Namun, per Juli 2024, dari 64,2 juta UMKM di Indonesia, baru 24,9% yang terhubung secara digital. Artinya, peluang kontribusi UMKM untuk ekonomi digital tanah air masih sangat besar.

"Ini menjadi dasar kami berkolaborasi bersama mitra strategis seperti pemerintah. Kami ingin mendorong pemanfaatan platform digital di tengah lebih banyak UMKM termasuk di Banjarnegara. Lewat Creators Lab, kami membekali UMKM dengan keterampilan membuat konten video, baik short video maupun livestreaming untuk mempercepat laju bisnis mereka," kata Senior Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, Vonny Ernita Susamto dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (1/12).

Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Kementerian UMKM Republik Indonesia, Ari Hanindya Hartika, mengatakan bahwa UMKM berkontribusi 61,9% terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja di Indonesia. 

“Kami apresiasi komitmen Tokopedia dan TikTok Shop dalam menghadirkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan adopsi digital bagi UMKM di Indonesia dengan mendukung program kami, Juragan UMKM, melalui Creators Lab. Kami yakin bahwa keahlian membuat video kreatif dan berjualan yang baik akan membantu pengusaha UMKM jualan nyaman, sehingga terus memajukan UMKM di Indonesia sekaligus membawa manfaat bagi konsumen di
negeri ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyampaikan bahwa UMKM Banjarnegara kuat di beberapa sektor seperti agrikultur, kuliner, dan kerajinan, namun jangkauan audiens melalui promosi digital belum dimaksimalkan.

“Dengan pelatihan dari Tokopedia dan TikTok Shop, pembekalan ilmu pembuatan konten kreatif akan mampu membantu UMKM mengomunikasikan produk dengan lebih menarik, sehingga meraih audiens yang lebih luas, sekaligus mengutamakan pengalaman belanja aman dan menyenangkan bagi konsumen masa kini. Harapannya, langkah ini juga dapat berkontribusi untuk memperkuat UMKM Banjarnegara meraih pasar nasional," imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, Tokopedia dan TikTok Shop juga menyerahkan bantuan kepada Bupati Banjarnegara berupa donasi dari pengguna Tokopedia, yang dihimpun melalui Rumah Zakat, untuk diberikan kepada korban bencana longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.

Untuk diketahui, jumlah peserta Creators Lab pada kuartal III 2025 melonjak tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menandakan tingginya relevansi Creators Lab terhadap dinamika masyarakat di era discovery e-commerce, yakni konten video memegang peranan penting dalam mendorong keputusan belanja online.

Creators Lab yang diperkenalkan sejak tahun lalu telah memberdayakan hampir 3.000 partisipan dari berbagai wilayah dan latar belakang seperti ibu rumah tangga yang tergabung dalam UMKM binaan KemenPPPA RI, mahasiswa politeknik pariwisata, anggota komunitas Difabel Berdaya Solo, UMKM, dan lain-lain yang terinspirasi menjadi kreator konten profesional. Selain materi dan praktik pembuatan konten video, peserta juga mendapatkan materi tentang prinsip afiliasi untuk memonetisasi konten video.

Peserta Creators Lab yang berlatar belakang UMKM juga menerima materi mengenai kekayaan intelektual (KI) agar bisa #JualanNyaman di Tokopedia dan TikTok Shop. Materi mencakup pemahaman tentang pelanggaran KI seperti menggunakan foto/judul/deskripsi merek lain tanpa izin serta risikonya, fitur yang bisa dimanfaatkan untuk melindungi KI, hingga sosialisasi Pusat Perlindungan KI. Peserta juga diimbau menjadi penjual berstatus 'Power Shop' atau 'Mall' agar memiliki visibilitas dan kredibilitas lebih kuat.

Pemilik Cemilanel, sekaligus peserta Creators Lab Banjarnegara Winda Muchni Lestari, menyatakan berkat TikTok Shop, dirinya berhasil meraup omzet hingga miliaran rupiah dan memberdayakan 350 orang warga di desa tempat tinggalnya. 

“Sekarang, lewat Creators Lab, wawasan saya semakin bertambah. Saya jadi paham pentingnya kekayaan intelektual, mulai dari penggunaan foto hingga deskripsi produk. Saya juga tertarik untuk meningkatkan status toko menjadi Power Shop atau Mall agar usaha saya terlihat lebih profesional dan makin dipercaya pembeli di Tokopedia dan TikTok Shop,” pungkasnya. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya