Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Curah Hujan Tinggi, Petani di Cianjur Terancam Gagal Panen

Benny Bastiandy
03/2/2026 17:58
Curah Hujan Tinggi, Petani di Cianjur Terancam Gagal Panen
Petani menggarap tanah di Cianjur.(Dok. MI)

CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pun mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut. 

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHPKP Kabupaten Cianjur, Dandan Hendrayana, mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan di tengah upaya mengejar target produksi. Terutama dengan kondisi tingginya curah hujan yang bisa memicu banjir ataupun serangan hama alias organisme pengganggu tanaman (OPT).

"Sejauh ini, yang berpotensi memengaruhi sektor pertanian adalah banjir. Di Kabupaten Cianjur sendiri, curah hujan di atas normal akhir-akhir ini. Kondisi ini bisa memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, pergerakan tanah, maupun tanah longsor," kata Dandan, Selasa (3/2).

Karena itu, sebut Dandan, perlu dilakukan berbagai langkah antisipasi. Upaya itu merupakan instruksi Menteri Pertanian yang mengimbau agar pemerintah daerah memperkuat upaya pencegahan, pendampingan, serta penguatan kapasitas petani menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya banjir.

"Kami sudah sosialisasikan kepada para petani untuk mengantisipasi sejak dini dampak timbulan akibat curah hujan tinggi. Misalnya, memperbaiki atau  menormalisasi saluran pembawa agar tidak terjadi sumbatan maupun sedimentasi lanjutan pada saluran irigasi tersier," tuturnya.

Upaya memperbaiki atau menormalisasi saluran irigasi bekerja sama dengan Komisi Irigasi dan P3A Mitra Cai. Terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran-aliran sungai. 

Di Kabupaten Cianjur, wilayah yang masih memiliki lahan sawah cukup luas dengan jaringan irigasi berskala besar di antaranya berada di Kecamatan Karangtengah, Sukaluyu, Bojongpicung, Ciranjang, Cibeber, dan Cilaku.

"Par petani juga harus membiasakan membersihkan jalur pematang sawah, terutama yang berdekatan dengan saluran pembawa. Penyempitan jalur dan saluran yang tersumbat sering menjadi penyebab air mudah meluap," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner