Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Jadi Tempat Pemulasaraan Jenazah di Cisarua, Pesantren Butuh Rehab dan Trauma Healing

Depi Gunawan
02/2/2026 21:15
Jadi Tempat Pemulasaraan Jenazah di Cisarua, Pesantren Butuh Rehab dan Trauma Healing
MTs Yabis Pasirlangu digunakan sebagai lokasi pemulasaraan jenazah korban longsor Pasirlangu.(MI/DEPI GUNAWAN)

BENCANA tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tidak hanya menghancurkan rumah dan merenggut 80 nyawa.

Peristiwa tersebut membuat aktivitas pendidikan ikut terdampak dan belum sepenuhnya pulih. Salah satunya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yabis Pasirlangu.

Saat bencana terjadi, beberapa ruang kelas hingga masjid digunakan sebagai posko logistik dan lokasi pemulasaraan jenazah korban longsor.

Pimpinan Yayasan Bina Insah Sejahtera, Jajang Darmawan mengatakan, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan secara daring selama hampir dua pekan karena bangunannya digunakan sebagai tempat penanganan pascabencana.

"Kondisi ini bukan hanya dialami sekolah kami. Ada madrasah dan sekolah lain yang juga tidak bisa digunakan karena berada di wilayah terdampak dan dijadikan lokasi pengungsian," katanya, Senin (2/2).

Ia menjelaskan, sedikitnya ada enam ruang kelas, satu masjid, dan satu madrasah tidak bisa dipakai karena masih digunakan sebagai lokasi penanganan korban.

Menurutnya, penggunaan ruang kelas dan masjid untuk penanganan korban bakal meninggalkan dampak psikologis mendalam bagi para siswa dan santri.

"Bila aktivitas belajar kembali dilaksanakan, anak-anak bisa merasakan trauma dan ketakutan. Terutama oleh anak-anak yang harus kembali belajar di ruang yang sama," ujarnya.


Rehabilitasi fasilitas


Sebagai langkah pemulihan, pihaknya berharap adanya rehabilitasi fasilitas pendidikan, minimal perbaikan ruang kelas dan asrama. Bahkan jika memungkinkan, rehabilitasi total agar siswa tidak lagi teringat peristiwa traumatis tersebut.

"Anak-anak ini pasti mengalami trauma psikis dan mental karena melihat langsung proses pemulasaraan jenazah di sekolah dan masjid. Oleh karena itu kami berharap perhatian pemerintah maupun dinas terkait lainnya," tuturnya.

Untuk penanganan awal, ia berharap kehadiran tim psikologis atau trauma healing agar bisa membantu memulihkan kondisi mental anak-anak, sekaligus mempercepat kembalinya aktivitas belajar seperti biasa.

"Supaya mereka bisa melupakan bahwa ruang kelasnya pernah digunakan untuk hal-hal yang sangat berat secara mental," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar berjanji akan mendata seluruh rumah ibadah, madrasah, hingga pegawai kantor Kementerian Agama  yang terdampak longsor di Pasirlangu.

"Kami mendata berapa masjid terdampak, madrasah, berapa karyawan Kemenag, berapa imam, berapa kantor Kemenag yang terdampak sesuai kapasitas kami," ucap Nasaruddin saat mengunjungi lokasi pada Minggu (1/2).

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner