Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

ITB Terima 2.019 Mahasiswa Baru Program Pascasarjana dan Profesi

Naviandri
30/1/2026 18:22
ITB Terima 2.019 Mahasiswa Baru Program Pascasarjana dan Profesi
ITB menerima 2.019 mahasiswa baru Program Pascasarjana dan Program Profesi Semester II Tahun Akademik (TA) 2025/2026.(MI/NAVIANDRI)

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) menerima sebanyak 2.019 mahasiswa baru Program Pascasarjana dan Program Profesi Semester II Tahun Akademik (TA) 2025/2026.

Jumlah itu terdiri dari 942 mahasiswa Program Magister, 181 mahasiswa Program Doktor dan 896 mahasiswa Program Profesi.

Pada Program Magister, mahasiswa baru berasal dari berbagai bidang keilmuan, dengan 445 mahasiswa rumpun STEM dan 497 mahasiswa Non-STEM, yang sebagian besar berasal dari Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).

"Program Doktor menerima mahasiswa dari berbagai fakultas dan sekolah, dengan jumlah terbesar berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Adapun Program Profesi mencakup 777 mahasiswa Program Profesi Insinyur (PSPI), 94 mahasiswa Program Profesi Apoteker dan 25 mahasiswa Program Profesi Arsitek," ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Prof Irwan Meilano, Jumat (30/1).

Dari sisi demografi, ungkapnya, mahasiswa baru Program Pascasarjana dan Profesi menunjukkan rentang usia yang beragam. Rata-rata usia mahasiswa Program Magister adalah 28 tahun 8 bulan, Program Doktor 34 tahun 7 bulan, dan Program Profesi 33 tahun 5 bulan.

Dengan usia mahasiswa termuda berada pada kisaran 21–23 tahun dan tertua mencapai lebih dari 60 tahun, mencerminkan keterbukaan akses pendidikan lanjut bagi lulusan baru maupun profesional.

Rektor ITB, Prof Tatacipta Dirgantara mengatakan, bahwa diterima di ITB bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. Pendidikan tinggi perlu dimaknai sebagai proses pembentukan intelektual dan kemanusiaan untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat, bangsa dan dunia.

"Krisis lingkungan dan perubahan iklim yang kian nyata, termasuk meningkatnya frekuensi bencana alam, sebagai pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi tidak boleh berhenti pada capaian akademik semata. Pentingnya kemampuan berpikir lintas disiplin, bekerja dalam tim serta melihat persoalan secara utuh, dari laboratorium hingga implementasi di masyarakat, agar lulusan ITB mampu menjadi bagian dari solusi," terangnya.

Tata menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru dan mengajak mereka menempuh perjalanan intelektual dengan penuh tanggung jawab.

Dia berharap para mahasiswa dapat tumbuh menjadi insan pembelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan kemanusiaan dan keberlanjutan masa depan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner