Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Dukung Swasembada Pangan, Polda Jabar Tanam Jagung di Lahan seluas 750 hektare

Bayu Anggoro
29/1/2026 21:49
Dukung Swasembada Pangan, Polda Jabar Tanam Jagung di Lahan seluas 750 hektare
Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan memulai Program Tanam Jagung Serempak di lahan seluas 750 hektare(MI/BAYU ANGGORO)

POLDA Jawa Barat menginisiasi penanaman jagung di seluruh wilayah Jawa Barat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program Astacita Presiden Prabowo Subianto khususnya di sektor ketahanan pangan.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menjelaskan, pihaknya serempak menanam jagung di lahan seluas 750 hektare yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Pihaknya sengaja aktif menjadi fasilitator dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

"Kami terus aktif menjadi fasilitator untuk mewujudkan program Bapak Presiden," kata Rudi saat meresmikan gerakan tersebut, di Kantor  Polda Jawa Barat, Bandung, Kamis (29/1).

Dia menjelaskan, keterlibatan Polda Jabar dilakukan secara komprehensif mulai dari hulu hingga hilir. Pihaknya tidak hanya membantu dalam pencarian lahan, tetapi juga penyediaan bibit, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), hingga pendampingan edukasi.

Untuk memastikan hasil panen terserap dengan baik, Polda Jabar bahkan telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa gudang penyimpanan di dua lokasi strategis, yakni Indramayu dan Subang.

"Kami hadir di setiap tahapan, termasuk pada saat panen dan penyimpanannya. Selain itu, ada inisiatif staf kami, Pak Condro, yang memproduksi pupuk organik dari kotoran ternak sebagai solusi pertanian berkelanjutan," tambahnya.

Dia mengakui, program ini tidak akan berhasil tanpa berkolaborasi dengan pihak terkait khususnya pertanian. Sebagai contoh, dalam menanam jagung di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, pihaknya berkolaborasi dengan kelompok tani Subur.

"Kami senantiasa bekerja sama dengan stakeholder yang ada, mulai dari Perhutani, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, Bulog, BPS, hingga kelompok tani," katanya.

Sementara itu, nggota Kelompok Tani Subur, Entin Soehartini, mengapresiasi langkah kepolisian yang turun langsung ke lapangan.

Menurutnya intervensi Polri ini memberikan dampak signifikan bagi pengelolaan lahan seluas 75 hektare di desanya.

"Ini menjadi satu wawasan baru bagi kami untuk mengembangkan ketahanan pangan. Kelompok tani yang awalnya berjalan mandiri, kini bisa lebih berkembang berkat bantuan biaya dan dana pendampingan dari kepolisian," tambahnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner