Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Menteri LH Selidiki Alih Fungsi Lahan di Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat

Depi Gunawan
25/1/2026 21:23
Menteri LH Selidiki Alih Fungsi Lahan di Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau langsung lokasi longsor Cisarua.(MI/Depi Gunawan)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) akan menurunkan tim ahli untuk mengkaji dan menangani alih fungsi lahan di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau langsung lokasi longsor, Minggu (25/1). Hanif menyoroti adanya perubahan fungsi lahan yang semula merupakan kawasan hutan, namun kini beralih menjadi lahan pertanian.

"Kami akan menurunkan tim ahli seperti yang telah dilakukan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh Tamiang. Jika berbicara soal lingkungan, harus berdasarkan kajian ilmiah, tidak bisa sekadar mengira-ngira," kata Hanif.

Menurut Hanif, alih fungsi lahan ini tidak terlepas dari dampak urbanisasi yang cukup masif, sehingga memicu perubahan pola konsumsi masyarakat. Perubahan tersebut kemudian mendorong pembukaan lahan pertanian di wilayah pegunungan.

"Kita mengonsumsi bahan pangan yang sebenarnya bukan kebiasaan masyarakat kita, seperti kentang, kol, kubis, dan paprika. Tanaman-tanaman itu berasal dari wilayah subtropis yang umumnya tumbuh di ketinggian 800 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut," tuturnya.

Ia menjelaskan, karakteristik masyarakat Indonesia sebenarnya tidak identik dengan pola tersebut. Namun, perubahan yang terjadi begitu cepat turut memengaruhi cara masyarakat memanfaatkan lahan, termasuk membuka area pertanian hingga ke lereng gunung.

"Sebagian besar jenis sayuran yang ditanam saat ini berasal dari wilayah subtropis, seperti Amerika Selatan, Chile, dan Peru, yang seharusnya tumbuh di ketinggian tertentu dan tidak cocok dengan kondisi alam kita," tambah Hanif.

Tim KLH akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pendalaman kajian. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan dan pemulihan lahan.

"Permintaan kajian ini sebenarnya sudah lama saya sampaikan kepada Bapak Gubernur Jawa Barat. Hari ini kami berada di tingkat kabupaten, dan saya kira pendalaman kajian perlu dilakukan lebih serius," ujarnya.

Kajian alih fungsi lahan tersebut diperkirakan rampung dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan. Hanif menambahkan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan memang terjadi selama empat hari berturut-turut dengan puncak curah hujan mencapai 68 milimeter per hari.

"Curah hujan ini sebenarnya tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan kasus di Aceh yang mencapai 145 hingga 200 milimeter per hari selama empat hari, atau kejadian di wilayah Ciliwung," pungkasnya. (DG/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner