Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Rencana TPA Sarimukti Menjadi PTLS masih dalam Tahap Persiapan

Depi Gunawan
20/1/2026 19:12
Rencana TPA Sarimukti Menjadi PTLS masih dalam Tahap Persiapan
Aktivitas pembuangan sampah di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat(MI/DEPI GUNAWAN)

RENCANA pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau waste to energy (WTE) masih terbentur banyak kendala.

Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya. PLTSa Sarimukti dirancang tidak hanya untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana mengatakan, hingga saat ini pengembangan PLTSa Sarimukti masih baru tahap persiapan.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan lahan, air, serta pasokan sampah sebagai bahan baku utama.

"Yang paling penting itu penyediaan lahan, air, dan pasokan sampah. Itu yang sedang kami upayakan, karena untuk hal-hal lainnya ditanggung oleh pemerintah pusat," katanya, Selasa (20/1).

Sejumlah kendala masih dihadapi, mulai dari kondisi armada truk pengangkut sampah, keterbatasan anggaran daerah, hingga tingginya biaya operasional pengelolaan sampah.

"Terkait lahan juga kita perlu perluasan. Lahan yang ada sekarang tidak mencukupi. Jangankan untuk WTE, kondisi saat ini saja kita sudah kekurangan lahan," tuturnya.

Upaya perluasan lahan pun tidak mudah dilakukan karena terbentur kebijakan moratorium alih fungsi kawasan hutan yang saat ini diterapkan oleh Kementerian Kehutanan.

"Di Kementerian Kehutanan sekarang masih ada moratorium terkait alih fungsi lahan," ujar Arief.

Ia memastikan proyek PLTSa Sarimukti tidak mungkin terealisasi pada tahun ini. Investor swasta yang digandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun hingga tahap operasional.

Menurutnya,  hingga kini persoalan pasokan sampah, ketersediaan air, dan lahan masih terus diupayakan dan menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

"Progresnya masih sebatas persiapan. Pasokan sampah dari mana saja belum ditentukan. Lahan masih kita upayakan karena terkendala moratorium, dan ketersediaan air juga masih dicari," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner