Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Jawab Kesenjangan Industri Digital, Prodi PR Tel-U Kembangkan Kurikulum Adaptif

Sugeng Sumariyadi
20/1/2026 18:49
Jawab Kesenjangan Industri Digital, Prodi PR Tel-U Kembangkan Kurikulum Adaptif
Dosen Program Studi Public Relations Telkom University mengikuti Workshop pengembangan rencana pembelajaran semester(ISTIMEWA)

SEJUMLAH program studi di Telkom University terus berupaya meningkatkan kualitas pengajaran. Salah satunya sudah dilakukan
Program Studi Digital Public Relations (DPR) dengan menggelar workshop pengembangan rencana pembelajaran semester (RPS) semester genap 2025-2026.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, Senin–Selasa (19–20 Januari 2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen pengampu mata kuliah sebagai bagian dari penguatan mutu akademik dan relevansi kurikulum.

Workshop secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS yang berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Telkom University. Ini disiapkan untuk menjawab kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri digital yang terus berkembang, khususnya di bidang digital public relations.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Program Studi Digital Public Relations Telkom University, Dr Sri Dewi Setiawati, sebagai narasumber internal, serta Ujang Rusdianto sebagai narasumber eksternal.

Keduanya memberikan pemaparan strategis terkait arah pengembangan RPS yang adaptif, kontekstual, dan selaras dengan dinamika industri digital.

Dewi mengungkapkan bahwa pengembangan RPS merupakan bagian penting dari transformasi pembelajaran di lingkungan Telkom University.

“Melalui kurikulum adaptif, setiap mata kuliah dituntut memiliki dampak yang terukur terhadap kompetensi mahasiswa. RPS tidak lagi sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi peta jalan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri digital,” paparnya.


Tantangan dunia industri


Sementara itu, Ujang Rusdianto menyoroti pentingnya penyelarasan materi ajar dengan praktik dan tantangan nyata di industri.

Ia mendorong agar RPS mampu mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek, studi kasus aktual, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Menurutnya, pengembangan RPS melalui workshop ini memberikan dampak strategis dalam menjembatani kesenjangan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan industri digital. Dengan pendekatan kurikulum adaptif berbasis dampak, setiap mata kuliah diarahkan untuk menghasilkan kompetensi yang aplikatif, selaras dengan perkembangan teknologi, serta relevan dengan praktik profesional di bidang digital public relations.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Prodi Digital Public Relations, Mochamad Armien Syifaa Sutarjo, S.S., M.I., menambahkan melalui proses pengembangan RPS yang komprehensif, materi ajar tidak hanya diperbarui secara konseptual, tetapi juga disesuaikan dengan tuntutan industri. Di antaranya penguasaan data dan analitik digital, manajemen reputasi daring, strategi komunikasi berbasis platform digital, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam kehumasan, serta kemampuan storytelling digital.

Hal ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan berbasis kasus nyata industri.

Dampak positif lainnya adalah penguatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penyelesaian permasalahan riil industri sejak di bangku kuliah.

Melalui RPS yang terstruktur dan terukur, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, adaptif, dan kolaboratif, sekaligus memiliki portofolio karya yang relevan sebagai bekal memasuki dunia kerja digital.

Selain itu, pengembangan RPS ini juga berdampak pada peningkatan kualitas asesmen pembelajaran. Strategi evaluasi dirancang tidak hanya untuk mengukur capaian akademik, tetapi juga kemampuan praktis, etika profesi, serta kesiapan kerja lulusan.

Dengan demikian, lulusan Program Studi Digital Public Relations diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu berkontribusi secara nyata dalam ekosistem industri digital yang dinamis.

Melalui workshop ini, Program Studi Digital Public Relations menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memperkuat relevansi kurikulum. Selain itu juga menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri digital di tingkat nasional maupun global.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner