Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Sektor Pariwisata Sumbang Rp119 Miliar bagi PAD Bandung Barat

Depi Gunawan
19/1/2026 18:29
Sektor Pariwisata Sumbang Rp119 Miliar bagi PAD Bandung Barat
Salah satu objek wisata di Kabupaten Bandung Barat.(MI/DEPI GUNAWAN)

PENERIMAAN pajak dari sektor pariwisata masih menjadi penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung Barat sepanjang 2025.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bandung Barat, penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bandung Barat, David Oot mengungkapkan, penerimaan pajak pariwisata mengalami kenaikan sekitar Rp4 miliar dibandingkan 2024 yang mencapai Rp116 miliar.

"Betul, pariwisata menjadi penyumbang pajak karena merupakan sumber daya yang tidak ada habisnya. Berbeda dengan pertambangan yang memiliki batas waktu dan harus diperbarui," katanya, Senin (19/1).

Ia menjelaskan, total pendapatan dari sektor pariwisata pada 2025 mencapai Rp119,7 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari sejumlah komponen pajak yang berkaitan langsung dengan aktivitas kepariwisataan.

Rinciannya, pajak hotel menyumbang Rp32,4 miliar, pajak restoran Rp68,5 miliar, serta pajak hiburan sebesar Rp18,8 miliar. Ketiga sektor tersebut menjadi kontributor utama PAD Bandung Barat.

Terkait faktor pendorong kenaikan pendapatan, David menyebutkan adanya pembinaan teknis kepariwisataan yang dilakukan Dins Pariwisata dan Kebudayaan serta kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Badan Pendapatan Daerah, sebagai pihak pemungut pajak.

"Untuk pembinaan teknis dilakukan oleh Disparbud, sementara pemungutan pajaknya berkolaborasi dengan Bapenda," tuturnya.


Taat pajak


Selain itu, tingkat kedisiplinan wajib pajak dinilai semakin baik seiring mulai bangkitnya sektor pariwisata pasca pandemi. Hal ini terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026.

Menurut David, kekuatan pariwisata terletak pada kreativitas dan kemampuan adaptasi para pelaku usaha. Saat ini, pengembangan pariwisata tidak lagi menggunakan konsep pentahelix, melainkan hexahelix yang melibatkan pemerintah, pengusaha, masyarakat, perguruan tinggi, media, serta jejaring internasional.

Ia menilai, pariwisata merupakan salah satu potensi unggulan daerah. Selain daya tarik destinasi wisata, wilayah Bandung Barat bagian utara seperti Lembang, Parongpong, dan Cisarua menawarkan udara sejuk yang menjadi magnet wisatawan.

"Udara yang sejuk membuat wisatawan betah, ditunjang dengan kekuatan kuliner sehingga mendorong peningkatan sektor gastronomi. Selain itu, akses transportasi juga relatif singkat, terlebih dengan keberadaan Kereta Cepat Whoosh," ujarnya.

Meski optimistis terhadap pertumbuhan sektor pariwisata, David mengingatkan adanya sejumlah faktor yang perlu diantisipasi, seperti isu kebencanaan dan keamanan.

"Secara prinsip kami optimistis pendapatan sektor pariwisata tahun ini meningkat, dengan catatan tidak muncul narasi yang mengkhawatirkan seperti isu Sesar Lembang, erupsi Gunung Tangkuban Parahu, maupun faktor keamanan," jelasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner