Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Rakernas Rumah Zakat, Menko PM Ajak Lembaga Filantropi Terus Bergerak Bersama Pemerintah

Sugeng Sumariyadi
19/1/2026 16:54
Rakernas Rumah Zakat, Menko PM Ajak Lembaga Filantropi Terus Bergerak Bersama Pemerintah
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar membuka Rakernas Rumah Zakat di Bandung(MI/SUMARIYADI)

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat meminta semua gerakan kemanusiaan dan penanggulangan kemiskinan terus bergerak bersama pemerintah. Selain program pemerintah, lembaga filantropi merupakan wadah yang menjadi harapan untuk gerakan tersebut.

"Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi  untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat. Jaga kepercayaan masyarakt kepada lembaga filantropi, sehingga mampu mengatasi kemiskinan," ungkap Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, di Bandung, Senin (19/1).

Saat membuka Rakernas Rumah Zakat di Ballroom Ibis Trans Studio Bandung, itu, dia mengajak lembaga filantropi, satu di antaranya Rumah Zakat, untuk terus berjuang mengatasi kemiskinan dan ketertingglan, serta masalah kemanusiaan lainnya.

Ketua Umum PKB itu mengungkapkan tantangan kemanusiaan pada 2026 ini  akan semakin kompleks. Berbagai problem, ancaman krisis, termasuk perilaku global dan krisis akibat pengabaian nilai kemanusiaan akan banyak terjadi.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat bersama lembaga filantropi bergerak. Tujuannya mewujudkan msyarakat yang lebih makmur dan sejahtera.

"Rumah Zakat telah melaksanakan program secara optimal dan membanggakan. Lembaga ini telah menjadi kepercayan masyarakat Indonesia," tambahnya.

Kepercayaan itu, tegas Muhaimin, mahal dan harus terus dijaga. Kepercayaan ini sangat dibutuhkan bagi gerakan dan kebersamaan untuk mengangkat masyarakat dari kemiskinan dan lebih berdaya.

"Rumah zakat punya pengala
+man. Kami berharap Rumah Zakat terus  menggelorakan pemberdayaan sebagai strategi penanggulangan kemiskinan, mewujudkan kemandirian dan kesejahteran," lanjutnya.

Untuk itu, Muhaimin mengajak Rumah Zakat terus berkolaborasi dengan pemerintah mengatasi kemiskinan dengan data yang terus diperbarui dan diverifikasi.

"Dengan data yang baik, semua sasaran bisa terarah, tidak tumpang tindih dan tepat sasaran. Kita tidak bicara berapa banyak dana yang disalurkan, tapi berapa dana yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Saya berdoa agar gerakan teman-teman di luar pemerintahan bisa efektif," tegas Gus Imin.


Rumah Zakat


Sementara itu, CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha mengungkapkan Rumah Zakat menggelar Rakornas dan Rakernas selama dua hari di Bandung. Rakornas digelar untuk mendapatkan arahan dewan pembina, termasuk Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.

"Dalam rakernas, kami berupaya mensinkronkan upaya-upaya untuk bisa tumbuh lebih baik di tahun ini," paparnya.

Tahun ini, Rumah Zakat memprogramkan 5 gerakan besar. Yang pertama bekerja untuk membuat Rumah Zakat tidak hanya dikenal sebagai lembaga zakat, tapi juga sebagai Islamic Filantropi.

"Kami juga bertekad menguatkan kemitraan strategis dengan pemerintah, sekaligus mendukung program Asta Cita dan Sustainable Development Goals," lanjut Irvan.

Tahun ini, Rumah Zakat berusia 27 Tahun. Bergerak awal sebagai lembaga charity dan berlanjut pada pemberdayaan berkelanjutan dan social enterprize. Tahun ini, Rumah Zakat akan memulai gerakan social impact. Lembaga akan bergerak lebih efektif menjalankan program, sehingga dampaknya tercapai.

Rumah Zakat, tambah Irvan, juga bergerak untuk memulai inisiasi pengumpulan dana abadi umat. Tujuannya agar ada keberlanjutan dari sisi keuangan dan tidak hanya melakukan penghimpunan.

"Tahun ini, kami juga menuntaskan program Ekosistem Digital Rumah Zakat. Rumah Zakat sudah memulai transformasi digital sejak 2020," tandasnya.


Program 2026

 

Irvan memastikan pada 2026, Rumah Zakat sebagai amil zakat akan bekerja keras mentransformasikan para mustahik untuk menjadi muzakki. Untuk itu, alokasi program penanggulangan kemiskinan akan diperbesar.

"Kami juga akan sangat peduli pada isu lingkungan. Beberapa upaya yang dilakukan di antaranya penanaman mangrove yang lebih maksimal dan pendirian bank sampah," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Irvan juga melaporkan kinerja Rumah Zakat selama 2025. Lembaga ini telah membantu 40,8 juta peserta program, dalam bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lingkungan.

Rumah Zakat juga telah menghimpun dana titipan masyarakat sebesar Rp468 miliar. Dari jumlah itu sudah Rp412 miliar yang terdistribusikan. Dana masyarakat yang dihimpun tumbuh 15% dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2026, Rumah Zakat menargetkan bisa membantu 2 juta peserta program. Selain itu mampu mengumpulkan dana masyarakat hingga Rp500 miliar.

"Pada 2025, kami dibantu 495 amil dan ribuan relawan dari 34 provinsi. Kami juga mendapat 15 apresiasi nsional dan global, predikat kinerja keuangan Wajar tanpa Pengecualian sebanyak 19 kali berturut-turut, audit syariah dari Kementerian Agama dengan predikat sangat baik dan transparan, serta perpanjangan izin sebagai amil zakat," tandas Irvan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner