Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Masih Periode Musim Hujan, BMKG Catat Suhu di Bandung Terasa lebih Dingin

Naviandri
13/1/2026 15:41
Masih Periode Musim Hujan, BMKG Catat Suhu di Bandung Terasa lebih Dingin
Ilustrasi(Antara)

SUHU di Bandung dan sekitarnya terasa cukup dingin pada Senin (12/1) sejak pagi hingga malam hari. Ternyata, cuaca dingin ini sudah berlangsung sejak 4 Januari 2026. Stasiun Geofisika BMKG Jabar mencatat suhu sekitar 20,4°C pada 4 dan 8 Januari 2026. 

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu kemarin menyatakan,  penyebabnya karena Jawa Barat (Jabar) termasuk Bandung dan sekitarnya masih dalam periode musim hujan. Hujan berasal dari lapisan atmosfer atas yang lebih dingin membawa suhu dingin itu ke permukaan, penguapan (evaporasi) air hujan yang jatuh menguap dan menyerap panas dari permukaan tanah, tumbuhan dan udara menyebabkan suhu menjadi dingin,  konduksi dan konveksi, udara dingin yang lebih padat turun dan menggantikan udara hangat di permukaan saat hujan.

“Suhu dingin saat musim hujan adalah hal yang normal. Data BMKG, pada pagi tadi sampai siang terjadi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Cianjur, Depok, Kabupaten, Bekasi. Karawang, Subang, Purwakarta, Indramayu, Kabupaten, Kota Cirebon, Kabupaten dan Kota Sukabumi,” paparnya.

Lalu lanjut Rahayu, pada siang dan sore hari cuaca berawan berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Majalengka, Indramayu, Kota Cirebon, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Garut serta Pangandaran. “Sedangkan berpotensi hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Ciamis, Cianjur, Kuningan, Kabupaten Cirebon, Sumedang, dan Banjar,” terangnya.

Berikutnya, malam hari (19.00 – 01.00 WIB),  berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kabupaten Bogor, Karawang, Purwakarta, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

Dan, pada dini hari hari (01.00 – 07.00 WIB), berawan berpotensi hujan ringan di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Cianjur.

Suhu Udara: 19 – 33 °C
Kelembapan Udara: 55 – 95 persen
Angin: Barat daya – Barat laut, 05 – 50 km/jam.

Sementara itu ditempat terpisah, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menerangkan, bahwa bencana di Indonesia tidak bisa lagi dipandang sebagai kejadian alam semata, melainkan sebagai rangkaian risiko yang saling berkaitan dan berdampak luas terhadap ekonomi, sosial, hingga kemiskinan.

“Risiko sistemik berarti satu kejadian bencana dapat memicu dampak lanjutan atau collateral impact di berbagai sektor. Contohnya adalah peristiwa tsunami Aceh 2004 yang membutuhkan waktu pemulihan hingga empat tahun dengan anggaran lebih dari Rp 113 triliun untuk mengembalikan fungsi wilayah terdampak. Pertanyaannya, apakah kejadian-kejadian bencana yang terus berulang ini menjadi wake up call bagi kita, atau justru kembali kita abaikan,” beber Raditya di Aula Timur ITB.

Raditya menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir anggaran penangganan bencana terus membengkak. Catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan rata-rata anggaran kebencanaan mencapai Rp22 triliun per tahun.Kondisi ini, menunjukkan bahwa Indonesia masih cenderung reaktif, baru mengeluarkan biaya besar setelah bencana terjadi.

“Tantangan muncul ketika investasi mitigasi kerap dipertanyakan dari sisi keuntungan ekonomi. Contohnya membangun tanggul, revenue-nya di mana? Ini yang sering jadi pertanyaan. Padahal manfaatnya adalah menyelamatkan nyawa dan mencegah kerugian yang jauh lebih besar,” tandasnya. (AN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner