Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kota Cirebon Gunakan Silpa untuk Program Prioritas

Nurul Hidayah    
12/1/2026 20:17
Kota Cirebon Gunakan Silpa untuk Program Prioritas
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi melakukan pengecekan pembangunan infrastruktur.(MI/NURUL HIDAYAH)

PEMERINTAH Kota Cirebon menggunakan anggaran sisa lebih perhitungan (Silpa) untuk penanganan lingkungan.  

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menjelaskan Pemkot Cirebon telah melakukan efisiensi anggaran di 2026 ini.

“Poin utama kami yaitu memastikan bahwa kondisi keuangan di Kota Cirebon tahun ini berjalan transparan. Pelaksanaan APBD tidak sekadar mengejar persentase serapan, namun juga efektif," tuturnya, Senin (12/1).

Menyinggung SILPA, lanjut Edo, pihaknya juga akan memastikan penggunaannya berjalan secara transparan. Penggunaannya pun dilakukan untuk program prioritas.

Sementara itu Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon, Mastara, menjelaskan bahwa sesuai arahan dari pemerintah pusat dan kebutuhan mendesak di lapangan, SILPA akan digunakan untuk program prioritas di Kota Cirebon.

“SILPA akan dialokasikan untuk menangani isu krusial di Kota Cirebon, yaitu pengelolaan lingkungan,” tambahnya.

Dia menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup meminta agar Pemkot Cirebon menangani permasalahan sampah, khususnya di TPA Kopiluhur.

“Kami ingin amanat dari Kementerian Lingkungan Hidup segera terealisasi demi kenyamanan warga Kota Cirebon,” lanjut Mastara.

Sementara untuk SILPA yang tersimpan di rekening kas umum daerah (RKUD) ada sekitar Rp19 miliar yang terdiri dari Rp13 miliar SILPA berhadapan dan Rp6 miliar untuk SILPA bebas. Anggaran yang dialokasikan untuk penanganan lingkungan di Kota Cirebon berasal dari SILPA bebas yang mencapai Rp6 miliar.


Kabupaten Cirebon


Sementara itu di Kabupaten Cirebon, Bupati Imron Rosyadi, menjelaskan bahwa SILPA anggaran 2025 mencapai Rp33 miliar. “Silpa tersebut akan kami alokasikan untuk sejumlah sektor prioritas.”  

Sektor prioritas tersebut diantaranya pembangunan infrastruktur, penanganan sampah dan pelayanan publik.

Anggaran sebesar Rp10 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan dan jembatan, anggaran Rp5 miliar dialokasikan untuk penanganan sampah, dan anggaran untuk sektor kesehatan Rp10 miliar.

Ada pula sisa anggaran sebesar Rp5 miliar yang akan digunakan untuk kebutuhan lain, termasuk untuk Dinas Pendidikan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner