Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Cirebon menggunakan anggaran sisa lebih perhitungan (Silpa) untuk penanganan lingkungan.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menjelaskan Pemkot Cirebon telah melakukan efisiensi anggaran di 2026 ini.
“Poin utama kami yaitu memastikan bahwa kondisi keuangan di Kota Cirebon tahun ini berjalan transparan. Pelaksanaan APBD tidak sekadar mengejar persentase serapan, namun juga efektif," tuturnya, Senin (12/1).
Menyinggung SILPA, lanjut Edo, pihaknya juga akan memastikan penggunaannya berjalan secara transparan. Penggunaannya pun dilakukan untuk program prioritas.
Sementara itu Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon, Mastara, menjelaskan bahwa sesuai arahan dari pemerintah pusat dan kebutuhan mendesak di lapangan, SILPA akan digunakan untuk program prioritas di Kota Cirebon.
“SILPA akan dialokasikan untuk menangani isu krusial di Kota Cirebon, yaitu pengelolaan lingkungan,” tambahnya.
Dia menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup meminta agar Pemkot Cirebon menangani permasalahan sampah, khususnya di TPA Kopiluhur.
“Kami ingin amanat dari Kementerian Lingkungan Hidup segera terealisasi demi kenyamanan warga Kota Cirebon,” lanjut Mastara.
Sementara untuk SILPA yang tersimpan di rekening kas umum daerah (RKUD) ada sekitar Rp19 miliar yang terdiri dari Rp13 miliar SILPA berhadapan dan Rp6 miliar untuk SILPA bebas. Anggaran yang dialokasikan untuk penanganan lingkungan di Kota Cirebon berasal dari SILPA bebas yang mencapai Rp6 miliar.
Kabupaten Cirebon
Sementara itu di Kabupaten Cirebon, Bupati Imron Rosyadi, menjelaskan bahwa SILPA anggaran 2025 mencapai Rp33 miliar. “Silpa tersebut akan kami alokasikan untuk sejumlah sektor prioritas.”
Sektor prioritas tersebut diantaranya pembangunan infrastruktur, penanganan sampah dan pelayanan publik.
Anggaran sebesar Rp10 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan dan jembatan, anggaran Rp5 miliar dialokasikan untuk penanganan sampah, dan anggaran untuk sektor kesehatan Rp10 miliar.
Ada pula sisa anggaran sebesar Rp5 miliar yang akan digunakan untuk kebutuhan lain, termasuk untuk Dinas Pendidikan.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved