Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Polres Subang Ungkap Temuan Mayat di Perkebunan Karet

Reza Sunarya
12/1/2026 20:03
Polres Subang Ungkap Temuan Mayat di Perkebunan Karet
Kapolres Subang AKB Dony Eko Wicaksono menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan.(MI/REZA SUNARYA)

KASUS kematian Hengky Rumba, yang jasadnya ditemukan di area perkebunan Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, 3 Januari lalu, akhirnya terungkap. Hengky merupakan korban  pembunuhan.

Kapolres Subang Ajun Komisaris Besar Dony Eko Wicaksono menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan penemuan mayat pada Sabtu (3/1). Korban ditemukan dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Satreskrim Polres Subang bersama Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Barat langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan secara intensif. Alhamdulillah, pada Sabtu (10/1) sekitar pukul 23.45 WIB, tim berhasil menangkap seorang pelaku di rumahnya tanpa perlawanan,” ungkapnya, Senin (12/1).

Pelaku diketahui berinisial NW, 33, warga Dusun Cibereum RT 16 RW 07, Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang. Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pencari biawak dan buruh serabutan itu nekat menghabisi nyawa korban karena dilatarbelakangi rasa sakit hati.

Kapolres mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula saat korban meminta pelaku menjemputnya di Gerbang Tol Kalijati, Subang, usai mudik Natal dan Tahun Baru dari Klaten, Jawa Tengah. Namun, pelaku menolak karena kondisi saat itu sedang hujan.

Emosi


Penolakan tersebut memicu pertengkaran melalui sambungan telepon. Korban memarahi pelaku sehingga memancing emosi pelaku.

Meski sempat menolak, pelaku akhirnya berangkat menjemput korban menggunakan sepeda motor.

Di tengah perjalanan korban kembali menelepon dengan nada marah karena merasa pelaku terlalu lama. Pelaku pun tersulut emosi dan memutuskan kembali ke rumah untuk mengambil senjata tajam jenis golok.

“Setelah membawa senjata tajam, pelaku kembali menjemput korban. Di perjalanan sempat terjadi cekcok. Sesampainya di lokasi kejadian, pelaku menghentikan kendaraan dengan alasan hendak buang air kecil. Saat korban lengah, pelaku menyerang dari belakang dan membacok kepala korban secara berulang kali hingga korban meninggal dunia,” jelas Kapolres.

Usai melakukan aksinya, pelaku menyeret jasad korban ke area perkebunan untuk menghilangkan jejak.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor dan satu unit telepon genggam. Sementara senjata tajam jenis golok, telepon genggam korban, dan tas korban masih dicari.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner