Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

BMKG Bandung Catat 19 Kali Gempa dan 58.290 Petir pada Januari

Naviandri
09/1/2026 20:00
BMKG Bandung Catat 19 Kali Gempa dan 58.290 Petir pada Januari
BMKG Stasiun Geofisika Bandung menginformasikan kejadian cuaca dan gejala alam kepada masyarakat.(DOK/BMKG BANDUNG)

BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat, terhitung pada periode 2 hingga 8 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat telah terjadi 19 kali gempa bumi. Tercatat 11 kejadian gempabumi yang berpusat di laut, sedangkan 8 kejadian gempa bumi di darat.

"Kedalaman gempa bumi yang terjadi bervariasi pada rentang 8 km hingga 319 kmm sedangkan untuk magnitudo gempa bumi terbesar yang tercatat adalah M3.3 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah M1.3," jelas Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, Jumat (9/1).

Menurut dia, sepanjang periode waktu tersebut tidak ada kejadian gempa bumi yang dirasakan. BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu juga menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa bumi.

BMKG, lanjut Rahayu, juga mencatat terjadi sebanyak 58.290  petir di wilayah Jabar dan sekitarnya selama periode tersebut.
 
Aktivitas sambaran petir menunjukkan pada 7 Januari 2026 merupakan aktivitas tertinggi petir CG (-) sebanyak 12.697 kejadian. Aktivitas petir CG(+) tertinggi juga tercatat pada 7 Januari 2026 sebanyak 12.516 kejadian.

"Sepanjang periode itu, kejadian petir tertinggi terjadi pada 7 Januari 2026 sebanyak 25.213 kejadian dan jumlah kejadian terendah terjadi pada 3 Januari 2026 sebanyak 432 kejadian," paparnya.

Rahayu menambahkan, Berdasarkan data kejadian yang diperoleh, sambaran petir tertinggi terjadi di Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Kuningan.

"Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tuturnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner