Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Belum Aman: Potensi Gempa Jepang Susulan Masih Mengintai hingga Pekan Depan

Putri Rosmalia Octaviyani
08/1/2026 15:29
Belum Aman: Potensi Gempa Jepang Susulan Masih Mengintai hingga Pekan Depan
Peta wilayah terdampak gempa Jepang.(Dok. JMA)

BADAN Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan serius bagi penduduk di wilayah Prefektur Shimane dan sekitarnya. Pasca-gempa Jepang berkekuatan Magnitudo 6,2 yang mengguncang pada Selasa (6/1) lalu, otoritas setempat menegaskan bahwa risiko seismik belum berakhir. Warga diminta untuk tetap siaga menghadapi potensi gempa Jepang susulan dengan intensitas kuat dalam sepekan ke depan.

Dalam konferensi pers terbarunya, yang dilansir dari NHK, Kamis, (8/1), pejabat JMA menyoroti bahwa wilayah yang telah diguncang gempa kuat memiliki probabilitas sekitar 10 hingga 20 persen untuk mengalami guncangan dengan skala intensitas seismik (Shindo) yang sama, yakni "5 Atas" atau lebih, terutama dalam 2-3 hari pertama pasca-gempa utama.

Waspada Longsor dan Runtuhan Bangunan

Selain guncangan tanah, JMA juga memperingatkan peningkatan risiko bencana sekunder seperti tanah longsor dan batu jatuh, mengingat struktur tanah di beberapa area pegunungan Shimane menjadi tidak stabil. Warga yang tinggal di dekat lereng curam diimbau untuk mempertimbangkan evakuasi mandiri jika tanda-tanda pergerakan tanah terlihat, tanpa menunggu peringatan resmi.

Imbauan bagi WNI

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo dan Konsulat Jenderal (KJRI) Osaka terus memantau kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak. Hingga saat ini, belum ada laporan WNI yang menjadi korban gempa Jepang. Namun, WNI di wilayah Jepang bagian barat diimbau untuk:

  • Selalu menyalakan notifikasi peringatan dini gempa (J-Alert) di ponsel.
  • Menyiapkan tas siaga bencana (emergency kit).
  • Menghindari area bangunan tua atau tebing yang retak.

Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi cuaca dan gempa terkini melalui aplikasi resmi atau siaran televisi nasional guna menghindari hoaks yang beredar di media sosial. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya