Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

BMKG Pastikan Gempa Jepang M6,2 tidak Berdampak ke Indonesia

Putri Rosmalia Octaviyani
08/1/2026 15:17
BMKG Pastikan Gempa Jepang M6,2 tidak Berdampak ke Indonesia
Kondisi usai terjadinya gempa Jepang di awal Januari 2026.(Dok. Laman The Government of Japan)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Prefektur Shimane, Jepang, tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait gempa Jepang tersebut.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan matematis dan analisis posisi episenter, guncangan yang terjadi di wilayah barat Jepang tersebut tidak memiliki energi yang cukup untuk membangkitkan gelombang tsunami yang dapat melintasi samudra hingga ke perairan Nusantara.

Analisis Geologis BMKG terkait Gempa Jepang

Dalam keterangan tertulisnya, BMKG menjelaskan dua faktor utama mengapa gempa Jepang tidak berdampak ke Indonesia:

  • Magnitudo Menengah: Gempa dengan magnitudo 6,2 (M6,2) dikategorikan sebagai gempa signifikan namun umumnya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami trans-samudra (trans-oceanic tsunami). Tsunami jarak jauh biasanya dipicu oleh gempa megathrust dengan magnitudo di atas 8,0.
  • Lokasi Episenter: Posisi gempa di Shimane (wilayah barat Jepang) secara geografis terhalang oleh daratan utama Jepang dan tidak berhadapan langsung dengan jalur perambatan gelombang menuju Indonesia di Samudra Pasifik.

Status Perairan Indonesia Normal

Hingga berita ini diturunkan, hasil monitoring muka air laut (sea level monitoring) di seluruh pantai Indonesia menunjukkan kondisi normal. Tidak ada anomali kenaikan muka air laut yang tercatat di stasiun pasang surut milik Badan Informasi Geospasial (BIG) maupun BMKG usai rentetan gempa Jepang yang terjadi di awal Januari 2026 ini..

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan hanya mempercayai informasi resmi yang bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang terverifikasi," tutup pernyataan resmi tersebut. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya