Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Demi Keselamatan dan Kenyamanan, Baksil dan Alun-alun Bandung Ditutup Sementara

Naviandri
07/1/2026 18:56
Demi Keselamatan dan Kenyamanan, Baksil dan Alun-alun Bandung Ditutup Sementara
Sejumlah pengunjung mendatangi kawasan hutan kota Babakan Siliwangi(MI/NAVIANDRI)

PEMERINTAH Kota Bandung terpaksa kembali menutup sementara kawasan Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil) dan Alun-alun Bandung guna perbaikan, menyusul evaluasi terhadap kapasitas, keselamatan dan kesiapan fasilitas publik.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan wisatawan atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Saya harus minta maaf. Promosinya lebih bagus daripada kenyataannya,” ungkapanya Rabu (7/1).

Dia mengakui, kedua fasilitas tersebut dibuka dan dipromosikan saat kapasitasnya belum sepenuhnya siap, sehingga terjadi ketimpangan antara daya tampung dan jumlah pengunjung.

“Kapasitas baru sekitar 65%, tapi yang datang 100%. Itu yang menimbulkan kejadian yang tidak perlu,” tuturnya.

Farhan mengakui, prinsip pengelolaan fasilitas publik harus mengacu pada standar keselamatan dan kenyamanan maksimal. Kalau potensi 10 ribu orang, kapasitas harus 11 ribu. Bukan sebaliknya.


Babakan Siliwangi


Sementara itu khusus untuk memperbaiki dan melanjutkan revitalisasi Baksil, Pemkot Bandung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung telah menyiapkan anggaran Rp3,5 miliar. Revitalisasi tersebut bakal meliputi perbaikan beberapa fasilitas, termasuk forest walk.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota pada DPKP Kota Bandung Yuli Ekadiyanti mengklarifikasi bahwa Baksil sudah mengalami kerusakan, padahal baru dibuka lagi setelah direvitalisasi.

"Saya klarifikasi itu tidak benar sebab bagian yang rusak di pelataran forest walk memang belum tersentuh perbaikan pada revitalisasi tahap pertama. Itu akan dilakukan pada 2026 ini. Jadi memang pekerjaannya baru di area depan," terangnya.

Menurut dia, dengan anggaran Rp3 miliar pada 2025,  revitalisasi Baksil belum menyeluruh. Pembenahan yang dilakukan baru meliputi pembuatan gerbang, pembatas hutan kota dengan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan perbaikan beberapa fasilitas lain.

"Pada 2025 kami juga memperbaiki kirmir di Baksil, karena kondisinya yang terancam mengalami longsor. Di samping itu, DPKP juga membangun tempat bermain anak dan melakukan penambahan lampu biar tak terlalu gelap saat malam hari," terangnya.

Yuli menambahkan pada 2026 ini sudah dianggarkan kembali untuk  dikerjakan di tahap kedua. Jadi bukan habis direvitalisasi langsung rusak, tapi memang belum tersentuh.

Pelataran forest walk ini berbahan kayu, yang memang sejak dibangun di era Ridwan Kamil belum pernah ada perbaikan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner