Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tahun ini, Investasi di Cianjur Ditargetkan Capai Rp2,6 Triliun

Benny Bastiandy
07/1/2026 18:50
Tahun ini, Investasi di Cianjur Ditargetkan Capai Rp2,6 Triliun
Dinas PMPTSP Kabupaten Cianjur terus berupaya memberikan kemudahan berusaha bagi para investor yang ingin berinvestasi di wilayah tersebut(MI/BENNY BASTIANDY)

KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, menetapkan target investasi tahun ini sebesar Rp2,635 triliun. Target itu naik signifikan dibanding tahun lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Suferi Faizal, mengaku optimistis target investasi yang ditetapkan tahun ini bisa tercapai. Terlebih adanya dukungan regulasi dari pemerintah pusat untuk kemudahan berinvestasi di daerah.

"Target investasi tahun ini sebesar Rp2,635 triliun. Secara kinerja, kami harus optimistis target sebesar ini akan tercapai. Berbagai regulasi saat ini cukup mendukung, misalnya Peraturan Pemerintah Nomor 28/2025 yang merupakan revisi dari PP Nomor 6/2021," ujarnya, Rabu (7/1).

Tahun lalu, capaian investasi di Kabupaten Cianjur melebihi target. Realisasinya hingga triwulan III mencapai Rp2,298 triliun dari target Rp1,913 triliun.

Investasinya berupa penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp1,938 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar RpRp359,9 miliar.

"Secara akumulasi, capaian investasi pada 2025 sebesar Rp120,12%. Untuk triwulan IV, sesuai regulasi akan dihitung pada Januari 2026," tuturnya.

Iklim investasi di Kabupaten Cianjur berprogres cukup positif. Hanya, lanjut Suferi, regulasi berkaitan dengan perizinan dan kemudahan berusaha mengacu kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

"Misalnya soal perizinan perumahan baru yang oleh Gubernur Jawa Barat dimoratorium. Ini sifatnya memang hanya sementara. Kami di daerah mengikuti arahan dan regulasi dari pemerintah pusat atau pemerintah provinsi. Pada prinsipnya, di daerah mengikuti," pungkasnya.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner