Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Terdampak Banjir Bandang, Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat di Sukabumi

Benny Bastiandy
01/1/2026 18:46
Terdampak Banjir Bandang, Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat di Sukabumi
Petugas BPBD Kabupaten Sukabumi mengecek dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.(MI/BENNY BASTIANDY)

SEJUMLAH jembatan di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak akibat diterjang banjir bandang, beberapa hari lalu. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat terhambat, bahkan ada yang terisolasi.

Beberapa di antara jembatan itu ada yang dibangun secara darurat. Langkah itu perlu dilakukan mengingat jembatan di wilayah tersebut merupakan akses vital beraktivitas.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, setidaknya ada 11 jembatan yang rusak terdampak banjir bandang meluapnya aliran Sungai Cimandiri pada Minggu (28/12/2025).

Rinciannya, di Kampung Karikil RT 01/03 terdapat 1 jembatan permanen (beton) yang rusak, di Kampung Karikil RT 02/01 terdapat 1 jembatan gantung penghubung antardesa yang rusak, dan di Kampung Karikil RT 01/1 terdapat 1 jembatan beton penghubung antardesa yang rusak.

Kemudian di Kampung Cigadog RT 01/02 terdapat 2 jembatan beton yang terdampak. Ditambah 6 jembatan kayu penghubung antardesa yang rusak.

Jajat, warga Kampung Karikil, menuturkan  pascabencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor, di wilayahnya hampir semua akses, baik jalan maupun jembatan ikut terdampak. Di Desa Bojongsari, ada dua kedusunan yang terdampak bencana pada Minggu (28/12/2025) yakni Karikil dan Cigadog.

"Di sini ada sekitar 400 KK (kepala keluarga) lebih. Perlintasan akses utama aktivitas masyarakat di sini melalui jembatan. Ketika jembatannya terputus, aktivitas masyarakat jadi tersendat karena tidak ada akses lain," katanya, Kamis (1/1).

Karena itu, masyarakat setempat bergotong royong membangun jembatan darurat. Konstruksinya menggunakan bambu dan kayu.

"Kalau tidak dibangun jembatan darurat, perekonomian juga lumpuh. Maka dari itu,  kami mohon bantuan kepada pemerintah daerah atau pihak manapun segera membantu membangun jembatan. Sebab, jembatan ini satu-satunya akses masyarakat di dua kedusunan ke jalan protokol," pungkasnya.

Sementara itu, Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menuturkan Kecamatan Nyalindung merupakan salah satu wilayah terdampak cukup parah saat terjadi hujan lebat beberapa hari lalu. Selain banjir bandang, di wilayah ini terjadi tanah longsor.

"Sejumlah jembatan yang merupakan akses masyarakat, terutama di Kampung Karikil dan Cigadog terputus," katanya.

Beberapa di antara jembatan yang rusak mulai diperbaiki. Namun sifatnya darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat.

"Hari ini (Kamis), tim Pusdalops memantau ke lokasi. Masyarakat dibantu P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan) dan elemen lainnya gotong royong membuat jembatan darurat," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner