Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sumedang Revitalisasi Buricak Burinong Jadi Pusat Budaya dan Wisata Jatigede

Sugeng Sumariyadi
28/12/2025 20:43
Sumedang Revitalisasi Buricak Burinong Jadi Pusat Budaya dan Wisata Jatigede
Kawasan Wisata Kampung Buricak Burinong Cisema di Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang.(ISTIMEWA)

BANYAK desa di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, layak menjadi jujugan wisata. Untuk itu, pemerintah kabupaten berkomitmen menghidupkan kembali kawasan-kawasan strategis desa yang telah dibangun agar kembali berfungsi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satunya Kawasan Wisata Kampung Buricak Burinong Cisema di Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja. Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menegaskan komitmennya saat datang ke kawasan Buricak Burinong, Minggu (28/12).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dan potensi kawasan wisata yang berada di wilayah Jatigede itu.

Menurut Bupati, Kampung Buricak Burinong merupakan salah satu kawasan awal pengembangan desa wisata di Sumedang yang dulu dibangun secara bertahap. Mulai dari penataan kawasan kuliner, perbaikan akses jalan, hingga penyediaan fasilitas pendukung seperti pasar terapung, area makam terapung, lobby, dan ruang publik.

“Dulu kawasan ini sudah kita bangun dengan sangat baik. Ada kuliner, akses jalan, sampai area pandang dan lobi. Insya Allah, apa yang sudah dibangun akan kita fungsikan kembali,” ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini Pemkab Sumedang tengah melakukan identifikasi terhadap berbagai kerusakan infrastruktur untuk segera ditangani. Prinsip yang dipegang, seluruh fasilitas yang sudah dibangun harus kembali berfungsi dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.


Aktivitas budaya


Lebih dari sekadar destinasi wisata, Buricak Burinong dirancang menjadi pusat aktivitas budaya. Di kawasan tersebut telah tersedia amphitheater dan sejumlah area penunjang yang dapat dimanfaatkan secara rutin.

“Amphitheater ini bisa digunakan mingguan. Bisa diisi pertunjukan seni secara bergilir dari desa ke desa. Setiap minggu seni yang tampil berbeda, sehingga kawasan ini selalu hidup,” ujar Dony.

Konsep tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem budaya yang kuat dan berkelanjutan, sekaligus terintegrasi dengan kawasan wisata lain di Jatigede.

Ke depan, Buricak Burinong disiapkan menjadi etalase budaya, tempat berbagai kesenian lokal ditampilkan secara terbuka.

“Kita ingin semua kesenian bisa tampil di sini. Mulai dari tingkat desa, sekolah dasar, SMP, SMA hingga SMK. Ini menjadi ruang ekspresi budaya yang hidup,” tambah Dony.

Dengan mengaktifkan kembali kawasan Buricak Burinong, Pemkab Sumedang berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa, memperkuat identitas budaya lokal, serta menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan berbasis budaya dan pariwisata di kawasan Jatigede.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner