Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

BPBD Cianjur Terus Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Benny Bastiandy
23/12/2025 15:25
BPBD Cianjur Terus Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Bencana Hidrometeorologi
Seorang petugas BPBD Kabupaten Cianjur melakukan pemantauan kondisi cuaca lewat monitor.(MI/BENNY BASTIANDY)

POTENSI cuaca ekstrem masih mengintai di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pasalnya, curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi diprediksi masih terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cianjur, M Taufik Zuhriza, mengatakan kondisi cuaca ekstrem tentu bakal berdampak terhadap potensi terjadinya kerawanan bencana hidrometeorologi. Sejumlah wilayah pun diwaspadai rawan terjadi bencana.

"Dari 32 kecamatan, memang ada wilayah-wilayah yang rawan bencana. Tapi tetap kita mengantisipasi kerawanan bencana di semua wilayah," ujarnya, Selasa (23/12).

Hasil pemetaan BPBD, di wilayah utara yang diwaspadai rawan bencana di antaranya berada di Kecamatan Cipanas, Pacet, Sukaresmi, dan Cugenang. Di wilayah timur antara lain Kecamatan Mande dan Karangtengah, termasuk Haurwangi dan Bojongpicung.

"Sementara di selatan dimulai dari Campaka, Campakamulya, dan wilayah lainnya. Jadi, rata-rata di setiap kecamatan itu ada daerah-daerah yang berpotensi rawan bencana hidrometeorologi," tuturnya.

Kabupaten Cianjur sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi belum lama ini. Penetapan status tersebut tak terlepas meningkatnya frekuensi bencana serta curah hujan yang diprediksi terjadi hingga awal 2026.

"Selain personel, kami juga menyiagakan peralatan dan perlengkapan. Koordinasi terus kami lakukan dengan unsur-unsur terkait lintas sektor," tandas Taufik.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner