Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Bencana Sumatra, Rumah Zakat Bergerak di Masa Tanggap Darurat, Perkuat Kolaborasi untuk Rehabilitasi

Sugeng Sumariyadi
19/12/2025 13:00
Bencana Sumatra, Rumah Zakat Bergerak di Masa Tanggap Darurat, Perkuat Kolaborasi untuk Rehabilitasi
Rumah Zakat membagikan daging kaleng Superqurban untuk para penyintas bencana di Aceh.(DOK/RUMAH ZAKAT)

BENCANA banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menerbitkan kepedulian dan empati masyarakat Indonesia. Salah satunya terlihat dari masuknya donasi masyarakat yang dipercayakan untuk disalurkan Rumah Zakat.

Chief Program Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda, menyampaikan hingga 17 Desember, Rumah Zakat mengumpulkan donasi sebesar Rp16.209.710,236. Dari jumlah itu, Rp12.606.713,321 di antaranya telah disalurkan untuk mendukung respons darurat dan distribusi bntuan.

"Untuk saldo program sebesar Rp3.602.996.915 dipersiapkan untuk mendukung keberlanjutan program pemulihan pascabencana," ujarnya, Jumat (19/12) di Bandung.

Pada masa tanggap darurat, Program Peduli Bencana Sumatera #KuatBersama telah menjangkau 50.695 penerima manfaat yang tersebar di wilayah terdampak Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bencana yang terjadi sejak akhir November 2025 tersebut menimbulkan dampak kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur dalam skala besar. Data menunjukkan sebanyak 1.030 jiwa meninggal dunia, 205 jiwa dinyatakan hilang, serta lebih dari 7.000 jiwa mengalami luka-luka.

Selain itu, kerusakan tercatat pada 186.488 unit rumah, 967 fasilitas pendidikan, 219 fasilitas kesehatan, 1.600 fasilitas umum, serta 290 gedung dan kantor di wilayah terdampak.

Merespons kondisi tersebut, Rumah Zakat mengerahkan relawan dan membuka posko kemanusiaan di berbagai titik prioritas. Aksi kemanusiaan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak melalui distribusi logistik pangan, air bersih, layanan kesehatan, sanitasi darurat, perlengkapan pengungsian, serta dukungan psikososial, terutama bagi kelompok rentan.

Murni Alit menambahkan respons yang dilakukan sejak masa tanggap darurat dirancang sebagai fondasi menuju pemulihan yang berkelanjutan.

“Intervensi kami tidak berhenti pada bantuan darurat. Sejak awal, program disusun berbasis kebutuhan riil masyarakat agar dapat berlanjut ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi secara terarah dan bermartabat,” jelasnya.

Selain aksi lapangan, Rumah Zakat juga mengintensifkan penghimpunan dana publik sebagai bagian dari gerakan solidaritas nasional.


Transparansi dan akuntabilitas

 

Sementara itu, Chief Marketing Officer Rumah Zakat, Didi Sabir, menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam pengelolaan dana kebencanaan.

“Kami memastikan seluruh proses penghimpunan dan penyaluran dana disampaikan secara terbuka kepada publik. Kepercayaan donatur adalah amanah. Setiap rupiah yang dititipkan harus memberikan dampak nyata bagi penyintas,” ungkapnya.

Program Peduli Bencana Sumatera dijalankan melalui kolaborasi puluhan mitra lintas sektor, mulai dari lembaga pemerintah, korporasi, komunitas, hingga institusi filantropi nasional. Kolaborasi ini menjadi penguat utama dalam memperluas jangkauan bantuan sekaligus mempersiapkan transisi dari fase tanggap darurat menuju masa pemulihan.

Memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi, Rumah Zakat menyiapkan langkah-langkah strategis yang mencakup perbaikan hunian dan fasilitas dasar, dukungan hunian sementara dan hunian tetap, pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak, serta penguatan kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan.

Upaya ini sejalan dengan kebijakan penanganan bencana nasional dan menjadi bagian dari kontribusi masyarakat sipil dalam mendukung pemulihan Sumatera secara berkelanjutan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner