Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Linmas Lembang Ikuti Latihan Penanggulangan Bencana

Depi Gunawan
11/12/2025 17:02
Tingkatkan Kesiapsiagaan, Linmas Lembang Ikuti Latihan Penanggulangan Bencana
Anggota Linmas Desa Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengikuti pelatihan penanggulangan bencana.(MI/DEPI GUNAWAN)

SEBANYAK 25 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Lembang mengikuti kegiatan pelatihan penanggulangan bencana di kantor Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (11/12).

Dalam pelatihan yang difasilitasi oleh Relawan Peduli Bencana Lembang (RPBL) tersebut, para peserta mendapatkan materi kebencanaan meliputi potensi bencana, pencegahan, respon cepat, hingga proses rehabilitasi pascabencana.

Selain teori, peserta Linmas juga mengikuti simulasi seperti vertical rescue atau teknik penyelamatan dari ketinggian, pendirian tenda darurat, evakuasi dan penanganan awal medis (medical first response), pendataan pengungsi dan korban, serta manajemen posko.

Menurut Ketua RPBL, Anna Joestiana, sebagian besar peserta baru pertama kali mengikuti pelatihan kebencanaan. Meski demikian, mereka antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari latihan mendirikan tenda hingga simulasi evakuasi korban.

"Alhamdulillah semangat mereka luar biasa, semua mau mencoba. Hanya vertical rescue yang sedikit menantang karena minatnya belum banyak, padahal di Lembang banyak lokasi tebing," lanjutnya.

Dengan pelatihan ini, para anggota Linmas diharapkan memiliki kesiapsiagaan lebih baik dan memahami cara penanganan dini saat terjadi bencana di wilayahnya. Sebab, mereka juga telah mempelajari ancaman atau potensinya.

"Kami berharap pelatihan semacam ini dapat berkelanjutan hingga ke desa-desa lainnya, mengingat potensi bencana di wilayah Lembang cukup tinggi," tutur Anna.

Lebih jauh, dia menerangkan bahwa beberapa ancaman yang sering terjadi antara lain banjir, longsor, angin kencang, dan kebakaran. Selain itu, Lembang juga berada di jalur patahan meski waktu terjadinya pergerakan patahan ini tidak dapat diprediksi.

"Mereka juga telah diberikan materi pemahaman mengenai pemetaan daerah rawan bencana di wilayah Desa Lembang," ujarnya.


Tambah wawasan


Salah satu anggota Linmas, Dedi Supriyadi mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan pelatihan penanggulangan bencana yang digelar di kantor desa. Meski sebelumnya sudah memahami dasar-dasar mitigasi bencana, pelatihan kali ini mampu menambah wawasan dan kemampuan anggota Linmas saat ada kejadian.

"Saya pribadi merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Sebenarnya sudah tahu dan paham dari awal, tapi dengan materi tadi jadi menambah wawasan kembali," ungkapnya.

Melalui simulasi yang dilakukan, ia menambahkan, para peserta dapat melihat langsung bagaimana penempatan peralatan, penyelamatan, hingga pendirian tenda darurat dilakukan dengan benar.

"Contohnya saat proses pemasangan tenda yang biasanya memakan waktu hampir satu jam dapat diselesaikan hanya dalam lima menit berkat teknik yang diajarkan instruktur," tuturnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner