Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Kecamatan Cibeber Cianjur Rawan Bencana Hidrometeorologi, Butuh Kajian Teknis

Benny Bastiandy
08/12/2025 19:05
Kecamatan Cibeber Cianjur Rawan Bencana Hidrometeorologi, Butuh Kajian Teknis
Banjir seringkali datang ke wilayah Kecamatan Cibeber pada musim penghujan.(MI/BENNY BASTIANDY)

KECAMATAN Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan salah satu daerah rawan bencana hidrometeorologi. Kondisi geografis wilayah yang merupakan daerah perbukitan serta terdapat aliran sungai, membuat kecamatan ini rawan tanah longsor dan banjir.

Camat Cibeber, Ardian Athoillah, menjelaskan akhir-akhir ini bersamaan kondisi curah hujan tinggi sering terjadi bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah. Teranyar, kejadian banjir yang merendam sejumlah permukiman warga.

Banjir terjadi di Desa Peuteuycondong, Cihaur, Cimanggu, Cibaregbeg, Karangnunggal, Salamnunggal, dan Cisalak.

"Secara geografis, beberapa desa di Kecamatan Cibeber itu berada di kawasan perbukitan dan dilintasi aliran sungai. Makanya, Cibeber itu rawan banjir dan tanah longsor," ungkapnya, Senin (8/12).

Wilayah Kecamatan Cibeber merupakan salah satu daerah terluas di Kabupaten Cianjur. Secara administrasi, Kecamatan Cibeber terbagi menjadi 18 desa.

Di wilayah itu terdapat dua aliran sungai yang cukup besar, yakni Cikondang dan Cisokan. Desa Salamnunggal merupakan daerah pertemuan kedua aliran sungai tersebut.

Ardian menegaskan, pemerintah kecamatan mendorong adanya kajian terhadap berbagai potensi kerawanan bencana tersebut. Upaya itu sebagai bentuk mitigasi bencana.

"Ini tentu perlu kajian. Kami di kecamatan sifatnya koordinatif. Nah, secara teknis, kajian ini perlu dilakukan dinas teknis, misalnya BPBD atau Dinas PUTR," ungkapnya.

Dia mencontohkan banjir. Kajian ini untuk mengetahui penyebabnya sekaligus mencari solusinya. Bisa jadi penyebabnya karena sedimentasi, penyempitan dan lainnya.

"Kemudian dicari solusinya. Jadi intinya ada mitigasi. Ada rekayasa. Kecuali angin puting beliung, itu tak bisa dicegah atau direkayasa," pungkas Ardian.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner