Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

31 Warga dan 10 Rumah di Kecamatan Ciwidey Terdampak Banjir

Naviandri
08/12/2025 11:05
31 Warga dan 10 Rumah di Kecamatan Ciwidey Terdampak Banjir
Warga menggunakan perahu melintasi banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/3/2025).(Antara)

SEBANYAK 31 warga dengan 10 rumah di RT 1 RW 9 Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, terdampak banjir. Berdasarkan peninjauan aparatur Kecamatan Ciwidey, luapan Sungai Cangkore dan Cangkorah serta hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab banjir di wilayah itu. 

Camat Ciwidey Nardi Sunardi menyampaikan, dari 10 rumah terdampak, sebanyak 5 rumah di antaranya terendam banjir. Adapun tinggi genangan pada lima rumah terdampak itu, di antara 30 cm sampai 50 cm.
Genangan banjir di wilayah itu mulai naik pada Minggu (7/12) pukul 15.00 WIB, banjir surut sepenuhnya saat menjelang petang, aktivitas masyarakat setempat pun kembali normal. 

“Luapan Sungai Cangkore dan Cangkorah disertai dengan arus yang terbilang deras. Kendati demikian, tak ada korban jiwa. Pada sisi lain, 4 warga sempat mengungsi, terdiri atas balita dan lansia. Warga terdampak memerlukan selimut, tikar, terpal, makanan siap saji, air minum,” ungkapnya pada Minggu (7/12).

Nardi membeberkan, wilayah RT 1 RW 9 Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey menjumpai kondisi serupa pada Kamis (4/12), padahal sebelumnya wilayah itu aman dari banjir. Guna mencegah banjir terulang di wilayah itu pada waktu mendatang, pihaknya mengaku segera bersurat kepada Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) perihal pengerukan sedimen Sungai Cangkore dan Cangkorah. Sejauh pengamatan pihaknya, terjadi pendangkalan dan penyempitan pada sungai tersebut.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Wahyudin menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir dan longsor yang melanda belasan kecamatan sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (4/12) lalu. Status tanggap darurat berlaku mulai 6 hingga 19 Desember 2025. 

“Penetapan status tersebut dilakukan berdasarkan kondisi lapangan yang menunjukkan kerusakan meluas serta tingginya kebutuhan penanganan cepat. Bupati menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Bandung pada 6 Desember sampai dengan 19 December 2025. Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Bupati Bandung Nomor 300.2.1/KEP.731-BPBD/2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat,” terangnya. 

Menurut Wahyudin, penetapan status ini memungkinkan Pemkab Bandung mengerahkan sumber daya tambahan untuk evakuasi, distribusi bantuan, hingga penanganan kerusakan infrastruktur. Hujan lebat sejak Kamis sore memicu longsor di tujuh kecamatan, yakni Soreang, Cangkuang, Cimaung, Pasirjambu, Kertasari, Ciwidey, dan Arjasari. Sementara banjir merendam delapan kecamatan lainnya, yaitu Soreang, Bojongsoang, Banjaran, Dayeuhkolot, Margaasih, Katapang, Pameungpeuk, dan Baleendah. 

“BMKG Bandung memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga akhir pekan, termasuk hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Kondisi itu membuat Pemkab Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana susulan. Di sisi lain, banjir terbesar terjadi akibat luapan Sungai Citarum yang merendam permukiman padat penduduk di Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Baleendah,” tandasnya. 

Di Kecamatan Dayeuhkolot saja lanjut Wahyudin, BPBD mencatat sebanyak 9.246 keluarga atau 25.918 jiwa terdampak, dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 90 sentimeter pada sejumlah ruas jalan utama. Kondisi lebih parah terjadi di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, di mana ketinggian air mencapai 1,5 meter dan memaksa 99 keluarga atau 307 jiwa mengungsi. Di Kecamatan Baleendah, 1.873 keluarga atau 5.579 jiwa terdampak dan 63 keluarga harus meninggalkan rumah. (AN/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner