Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Peradi Bandung dan Kodam III Siliwangi Gelar Donor Darah Bersama

Sugeng Sumariyadi
05/12/2025 13:39
Peradi Bandung dan Kodam III Siliwangi Gelar Donor Darah Bersama
Anggota TNI dan masyarakat mendonorkan darahnya dalam aksi yang diinisiasi Peradi Kota Bandung.(ISTIMEWA)

AKSI sosial berupa donor darah digelar Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Bandung bersama Kodam III/Siliwangi, Jumat (5/12). Sekitar 400 anggota Peradi, prajurit TNI dan masyarakat umum menyumbangkan darahnya dalam kegiatan yang digelar di Aula Kodam III/Siliwangi itu.

"Donor darah ini ialah bentuk aksi kemanusiaan yang biasa kami lakukan. Kami berharap darah yang terkumpul bisa menambah stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI)," jelas Pengurus Peradi Kota Bandung Agung La Tenritata.

Dia berharap darah yang didonorkan bisa membantu masyarakat yang tengah membutuhkan.

Peradi, lanjut dia, menginisiasi kegiatan ini dengan merangkul banyak pihak. Dengan Kodam III Siliwangi merupakan kolaborasi yang pertama.

"Peradi Kota Bandung sudah beberapa kali melakukan donor darah dan aksi sosial lainnya. Kami ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Kota Bandung," tandasnya.

Dia bertekad akan terus mengawal dan menggelar aksi sosial. "Kami akan terus berbuat yang terbaik untuk masyarakat."

Sementara itu, Sri Daryanti, perwakilan Koordinator Pelaksana Donor Darah Kodam III Siliwangi menambahkan, kegiatan positif ini dilaksanakan sebagai salah satu aksi kepedulian terhadap sesama.

"Kodam III Siliwangi sering melakukan aksi donor darah. Biasanya, kami berkolaborasi dengan PMI Kota Bandung atau komunitas lainnya," tandasnya.

Kantong-kantong darah yang terkumpul dalam kegiatan ini diserahkan ke PMI untuk menambah stok darah yang ada.

Aksi donor darah sudah dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Ratusan pengacara, prajurit TNI dan warga datang ke Aula Kodam III Siliwangi.

Setelah seremonial pembukaan, satu per satu pendonor memeriksakaan diri. Lebih dari 10 tenaga kesehatan yang terlibat dalam kegiatan ini.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat. Petugas memastikan pendonor dalam kondisi sehat.

Pemeriksaan dilakukan mulai dari suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, kemudian berat badan. Pemeriksaan juga memperhatikan beberapa rekam medis, misalnya jarak waktu donasi terakhir, konsumsi makanan, termasuk konsumsi obat beberapa hari terakhir.

Peserta yang sedang sakit akan direkomendasikan untuk tidak melakukan donor. Termasuk jika kondisi zat besi atau hemoglobinnya terlalu rendah.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner