Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pemkot Sukabumi Gelar GPM, Jaga Stabilitas Harga Jelang Nataru

Benny Bastiandy
02/12/2025 20:07
Pemkot Sukabumi Gelar GPM, Jaga Stabilitas Harga Jelang Nataru
Pemerintah Kota Sukabumi menggelar Gerakan Pangan Murah.(MI/BENNY BASTIANDY)

GERAKAN pangan murah (GPM) kembali digelar Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatannya kali ini untuk mengendalikan inflasi bersamaan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

GPM di wilayah itu diawali di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, pada Senin (1/12). Selanjutnya digelar di enam wilayah lainnya setiap hari secara berturut-turut.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, GPM menjadi salah satu langkah strategis menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Terutama saat ini menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

"Tentu harus kita antisipasi karena pada momen-momen hari besar keagamaan biasanya harga kebutuhan pangan cenderung naik," ujarnya,  Selasa (2/12).

Dia menjelaskan, tren inflasi Kota Sukabumi sepanjang tahun mengalami naik turun. Terutama saat memasuki bulan-bulan di akhir tahun.

"Intervensi melalui pangan murah menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

Selisih harga berbagai komoditas yang ditawarkan pada kegiatan GPM cukup signifikan. Setiap kali digelar GPM dijual minyak goreng, beras, bawang merah, bawang putih, dan cabai.

"GPM bukan untuk menyaingi pedagang di pasar. Malah dengan adanya pangan murah seperti ini, harga di pasaran jadi lebih stabil. Selisihnya bisa kisaran Rp1.500-Rp5 ribu per komoditas sehingga sangat membantu masyarakat," ujar Bobby.

Penyelenggaraan GPM didukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya, pelaksanaan akan menggunakan anggaran APBD Kota Sukabumi.

"Pola konsumsi masyarakat sangat berpengaruh. Kalau lebih mengutamakan kebutuhan pokok, harga-harga lain akan lebih stabil. Kita harus menyeimbangkan pasokan dan permintaan," imbuh dia.

Selain menyediakan harga pangan lebih murah, pemerintah juga terus memperkuat tim pengendalian inflasi serta memperbaiki sistem distribusi pangan agar lebih efisien.

Bobby mengajak masyarakat sebagai konsumen berbelanja secara bijak dan mempertimbangkan prioritas kebutuhan menjelang akhir tahun.

"Kolaborasi pemerintah dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pengendalian inflasi," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner