Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pemkot Bandung Tingkatkan Kompetensi, Kesejahteraan, dan Perlindungan Guru

Naviandri
25/11/2025 19:58
Pemkot Bandung Tingkatkan Kompetensi, Kesejahteraan, dan Perlindungan Guru
Para guru di Kota Bandung(MI/NAVIANDRI)

PEMERINTAH Kota Bandung betekad untuk terus meningkatkan kompetensi, kesejahteraan, serta perlindungan profesi guru sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan di Kota Bandung.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional 2025 dan HUT ke-80 PGRI Selasa (25/11).

"Guru selalu menjadi ujung tombak pembangunan sumber daya manusia. Sejarah lahirnya PGRI pada 25 November 1945, hanya beberapa bulan setelah Proklamasi, sebagai bukti bahwa guru adalah bagian penting dari perjuangan bangsa. Guru adalah teladan, penggerak, sekaligus agen perubahan. Kualitas generasi hari ini dan masa depan ditentukan oleh kualitas pendidiknya,” ungkapannya.

Pemkot Bandung bersama Pemerintah Pusat dan Pemprov Jawa Barat bersepakat memperkuat tiga aspek utama bagi profesi guru, yaitu:
Peningkatan kompetensi, melalui program pelatihan dan pengembangan berkelanjutan.

Selain itu jug peningkatan kesejahteraan, dengan mendorong kemampuan fiskal daerah agar dapat memenuhi kebutuhan rekrutmen, pembiayaan, serta penyediaan sarana-prasarana pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi.


Perlindungan guru

 

Pemkot Bandung juga memberikan perlindungan profesi guru, dengan memperkuat payung hukum dan mekanisme perlindungan agar guru dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan bermartabat.

“Gubernur telah tegas mengatakan, ‘Lindungi guru, maka murid pun terlindungi.’ Kesadaran hukum masyarakat tidak boleh menjadi senjata untuk menekan guru. Penguatan regulasi menjadi sangat penting,” lanjutnya.

Hari Guru Nasional 2025 mengangkat tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat,” sementara HUT ke-80 PGRI mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju.”

Farhan menilai kedua tema tersebut sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi penjaga moral bangsa sekaligus penuntun generasi menuju masa depan yang lebih baik.

Kreativitas, empati, serta kemampuan beradaptasi menjadi kunci guru dalam menghadapi perubahan zaman. Ia mengingatkan kembali pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem pendidikan yang kuat.

"Pemkot Bandung, PGRI, dunia usaha dan perguruan tinggi disebutnya sebagai pemangku kepentingan utama dalam penguatan kualitas pendidikan di kota ini. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Kita harus berjalan bersama, saling menguatkan, dan menyampaikan kritik dengan cara yang santun, seperti yang diajarkan guru kepada anak-anak kita,” tambahnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner