Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kurun Tiga Tahun Terakhir, ODHIV di Cianjur Didominasi Gay

Benny Bastiandy
24/11/2025 19:27
Kurun Tiga Tahun Terakhir, ODHIV di Cianjur Didominasi Gay
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah guna menekan angka penyebaran HIV.(MI/BENNY BASTIANDY)

PENGIDAP Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Orang dengan HIV (ODHIV) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, didominasi kalangan laki-laki. Mereka mayoritas merupakan lelaki seks lelaki (LSL) alias gay atau homoseksual.

Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur, Hilman, menuturkan melonjaknya kasus HIV di kalangan laki-laki mulai terpantau kurun tiga tahun terakhir. Fenomena tersebut tak terlepas terjadinya penyimpangan seksual di kalangan remaja.

"Dari rata-rata 100 lebih kasus HIV per tahun di Kabupaten Cianjur, mayoritas atau sekitar 40% lebih merupakan laki-laki. Temuan ini terjadi kurun tiga tahun terakhir atau sejak 2023," ungkapnya, Senin (24/11).

Dia menyebut, data persentase ODHIV di Kabupaten Cianjur yang didominasi laki-laki, terutama di kalangan homoseksual, relatif cukup tinggi. Kondisinya sangat mengkhawatirkan.

"Sangat tinggi. Ini sangat mengkhawatirkan," tegasnya.

Sementara pengidap atau ODHIV lainnya di Kabupaten Cianjur antara lain terdiri dari ibu rumah tangga, ibu hamil, maupun anak-anak. Mereka rata-rata terpapar dari suami.

"Untuk kalangan anak-anak, ada 14 orang yang terpapar. Usianya kisaran siswa SMP. Bahkan ada juga yang baru lahir. Secara umum, ODHIV di Kabupaten Cianjur berusia produktif, kisaran 20-40 tahun," imbuh Hilman.

Secara umum, di Kabupaten Cianjur terdapat hampir 2.500 orang yang terdeteksi HIV. Jumlah tersebut merupakan akumulasi kurun 25 tahun terakhir.


Tergolong sangat tinggi


Hilman menyebutkan, kali pertama kasus HIV di Kabupaten Cianjur ditemukan pada 2001 sebanyak 2 orang. Selang beberapa tahun berikutnya, jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) terus bertambah.

"Secara akumulasi, dari 2001 hingga September 2025, jumlah ODHIV mencapai 2.420 orang. Hingga akhir Desember tahun ini diperkirakan bakal bertambah menjadi 2.500 orang," kata dia.

Dirata-ratakan, setiap tahun di Kabupaten Cianjur ditemukan 100 kasus ODHIV. Temuan kasus tersebut tentu sangat mencengangkan karena tergolong sangat tinggi.

"Perlu penanganan lebih lanjut. Upaya-upaya penanganan ini harus juga dibarengi dengan ketersediaan anggaran karena membutuhkan peralatan pemeriksaan," ujar Hilman.  

Semula, kasus HIV ibarat fenomena gunung es. Namun, seiring gencar dilakukannya skrining yang melibatkan KPA dengan Dinas Kesehatan setempat, kasus tersebut mulai terkuak.

"Gunung esnya sudah mulai mencair. Memang, di satu sisi dilakukannya skrining ini akan membuka tabir kasusnya karena kita memeriksa sampel-sampel, terutaman yang berisiko tinggi. Di sisi lain, tentu dampaknya jumlah ODHIV bakal semakin bertambah," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner