Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

21 Siswa Keracunan, MBG di SMP Bina Karya Ngamprah Bandung Barat Disetop

Depi Gunawan
12/11/2025 19:45
21 Siswa Keracunan, MBG di SMP Bina Karya Ngamprah Bandung Barat Disetop
Kegiatan belajar mengajar di SMP Bina Karya Ngamprah, Bandung Barat, berjalan normal, setelah sehari sebelumnya puluhan siswa menderita keracunan makanan dalam program MBG(MI/DEPI GUNAWAN)

AKTIVITAS belajar di SMP Bina Karya, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, tetap berjalan normal.

Padahal sebelumnya, puluhan siswa di sekolah tersebut sempat mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Selasa (11/11).

Guru Bidang Kesiswaan SMP Bina Karya, Meganita Oktalia menjelaskan bahwa total ada 21 siswa yang mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG.

"Alhamdulillah, semua sudah pulang berdasarkan keputusan dokter. Hanya satu siswa yang dirujuk ke RS Kharisma karena memiliki riwayat asam lambung," katanya, Rabu (12/11).

Meski sempat terjadi insiden, kegiatan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tetap berlangsung seperti biasa. Siswa yang masih dalam masa pemulihan, untuk sementara waktu diminta istirahat di rumah.

Atas kejadian ini, lanjut dia, pihak SPPG sementara telah menghentikan distribusi MBG di SMP Bina Karya hingga ada keputusan lebih lanjut.

"Untuk sementara program MBG dihentikan dulu. Belum ada tenggat sampai kapan," bebernya.

Program MBG di SMP Bina Karya baru berjalan tiga minggu. Insiden dugaan keracunan ini merupakan yang pertama kali terjadi di sekolah tersebut.

Kepala Puskesmas Ngamprah, Ifah Syarifah menyebutkan, gejala yang dialami para siswa hampir serupa, yakni nyeri ulu hati, mual, muntah, dan sakit kepala.

Dinkes telah mengambil sampel makanan untuk diteliti lebih lanjut di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

"Sampel makanan sudah diambil dan dikirim ke Labkesda. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam waktu sekitar satu minggu," jelasnya.

Adapun menu yang dikonsumsi para siswa pada hari kejadian antara lain nasi putih, perkedel, ayam mentega atau ayam kecap, semangka, dan tahu goreng. Beberapa siswa sempat mengeluhkan bau tidak sedap pada menu ayam.

Ia menambahkan, bahwa penerima manfaat program MBG mencapai 2.447 orang. Namun, kasus dugaan keracunan hanya terjadi di satu sekolah.

"Belum bisa dipastikan penyebabnya karena sekolah lain tidak ada laporan keracunan. Jadi kita masih observasi sambil menunggu hasil lab untuk memastikan penyebab pastinya," tambahnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner