Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dapat Banyak Penolakan, Pemkot Bandung Pastikan MBG Tetap Berjalan

Naviandri
12/11/2025 11:45
Dapat Banyak Penolakan, Pemkot Bandung Pastikan MBG Tetap Berjalan
Pemeriksaan kualitas makanan di SPPG Polri di Bandung, Jawa Barat.(Dok. Antara)

KENDATI muncul penolakan dari sebagian warga. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) dipastikan akan tetap berjalan. Program MBG saat ini tengah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Bandung.

“Pemerintah sudah melakukan komunikasi dengan warga di titik yang menolak keberadaan dapur MBG. Dan ternyata pola dialog terbukti efektif, seperti penyelesaian yang terjadi sebelumnya di Turangga. Konsistensi komunikasi menjadi cara utama meredakan keberatan, sekaligus memastikan proses distribusi makanan tetap berlangsung tanpa mengganggu kegiatan warga sekitar,” ungkap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Selasa, (11/11).

Menurut Farhan pemerintah bersama perangkat wilayah terus melakukan penyesuaian teknis agar dapur MBG mampu memenuhi standar program nasional, tetapi tetap selaras dengan persoalan di lingkungan pelaksanaannya. Jadi Pemkot Bandung tidak hanya sekadar menjalankan instruksi, tetapi memadukannya dengan evaluasi kebutuhan lapangan agar pelaksanaannya stabil dan tidak menimbulkan persoalan baru.

Sementara itu, terkait arahan Presiden Prabowo Subianto pascaledakan di sebuah SMA di Jakarta, Farhan menyampaikan Pemkot Bandung segera memperketat pengawasan terhadap kesehatan mental dan karakter siswa. “Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung telah memiliki data terkait potensi gangguan psikologis pada pelajar yang dapat muncul akibat tekanan lingkungan maupun kebiasaan digital, termasuk penggunaan game online yang berlebihan,” tuturnya.

Farhan menambahkan, data tersebut akan menjadi dasar untuk menyusun langkah mitigasi di sekolah. Pemkot akan memulai koordinasi penuh dengan Dinkes guna memperbarui pemetaan risiko, sebelum diteruskan ke Dinas Pendidikan dalam bentuk program pencegahan dan penanganan. Sinergi antar dinas diperlukan untuk memastikan pengawasan siswa berjalan sistematis dan sesuai instruksi pemerintah pusat.

“Saya menekankan penguatan pemantauan perilaku pelajar penting dilakukan secara dini untuk mencegah terulangnya insiden sejenis. Pemerintah kota tidak ingin faktor psikologis yang terabaikan menjadi celah risiko di lingkungan sekolah,” sambungnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner