Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ekonomi Kurang Stabil, Bapenda Cianjur Intensifkan Strategi Penerimaan Daerah

Benny Bastiandy
11/11/2025 19:53
Ekonomi Kurang Stabil, Bapenda Cianjur Intensifkan Strategi Penerimaan Daerah
Kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Cianjur.(MI/BENNY BASTIANDY)

UPAYA Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengejar pendapatan daerah dihadapkan dengan kondisi keuangan yang  tidak stabil. Berbagai upaya dan strategi pun mulai diintensifkan mengingat waktu yang semakin mepet.

Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Bapenda Kabupaten Cianjur, Lucky Hermansyah, mengaku sudah berkoordinasi dengan perangkat daerah penghasil menyikapi kondisi perekonomian saat ini. Terutama yang berkaitan dengan potensi penerimaan mendekati akhir tahun.

"Dengan kondisi sekarang, tentunya kita juga effort lebih dengan perekonomian yang memang sedang kurang baik. Kita lakukan berbagai koordinasi dengan OPD-OPD terkait yang cukup berpengaruh terhadap pencapaian pendapatan daerah," ujarnya, Selasa (11/11).

Dia menuturkan, beberapa strategi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) dan pejabat pembuat akta tanah sementara (PPATS) berkaitan dengan sektor bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Terutama yang berkaitan dengan upaya meningkatkan penerimaan dari sektor BPHTB.

"Kita akan mengumpulkan PPAT dan PPATS pada November sekarang," ucapnya.

BPHTB, lanjut Lucky, berkaitan dengan daya beli. Pada kondisi saat ini, tingkat daya beli masyarakat terhadap perumahan trennya relatif menurun.

"Ditambah juga kebijakan-kebijakan dari pemerintah pusat. Misalnya bagi kalangan MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), itu tidak dikenai BPHTB atau digratiskan," ungkapnya.

Kategori MBR itu yakni masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp8 juta. Kebijakannya diberlakukan mulai awal tahun ini untuk mendukung program 3 juta rumah murah.

"Tahun lalu, penerimaan BPHTB dari transaksi jual beli rumah bersubsidi rata-rata Rp6 miliar," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner