Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Longsor Tutup Jalan Penghubung Cikajang dan Banjarwangi, Garut

Kristiadi
09/11/2025 18:10
Longsor Tutup Jalan Penghubung Cikajang dan Banjarwangi, Garut
Petugas berupaya membersihkan badan jalan dari material tanah longsor di Kabupaten Garut.(MI/KRISTIADI)

HUJAN deras menyebabkan sebuah tebing setinggi 10 meter longsor dan membawa bebatuan, sehingga menutup jalan penggung antar Kecamatan Cikajang dan Banjarwangi, di Kabupaten Garut.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Kadulempeng dan Kampung Lemah Duhur, Kecamatan Banjarwangi. Dalam peristiwa yang terjadi Sabtu (8/11) malam, itu tidak ada korban jiwa, tapi akses jalan tertutup.

Kapolsek Banjarwangi Iptu Tatang Sukirman mengatakan, hujan deras membuat tanah dan bebatuan longsor dari sebuah tebing setinggi 10 meter. Material longsor menutup jalan penghubung antar Kecamatan Cikajang dan Banjarwangi.

"Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Tagana, Dinas PUPR dan warga  bergotong royong membersihkan dan mengevakuasi material tanah longsor. Kerja petugas juga makin cepat karena  dibantu ekskavator. Proses itu dilakukan sejak malam hari. Tim berhasil menyingkirkan tanah dan bebatuan, sehingga jalan penghubung bisa kembali dilalui," katanya, Minggu (9/11).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh mengatakan, intensitas hujan tinggi yang terjadi beberapa hari di wilayahnya telah menyebabkan banyak bencana. Berbagai upaya penanganan sudah dilakukan berkoordinasi dengan TNI, Polri, Tagana, dan Dinas PUPR.

"Cuaca ekstrem yang terjadi di Garut telah menyebabkan tanah longsor. Selain menutup jalan di Kecamatan Banjarwangi, satu unit rumah di Kampung Nyalindung, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu mengalami kerusakan dan satu jembatan gantung ambruk," katanya.

Dia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah desa dan kecamatan dimint aktif mengimbau masyarakt untuk lebih siap siaga.

"Cuaca ekstrem harus selalu diwaspadai. Di Jawa Barat, Garut berada di peringkat kedua risiko bencana terbesar, setelah Sukabumi," tambah Aah.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner