Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di beberapa daerah seperti di Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bandung Barat, dan Jakarta. Untuk mencegah keracunan terus berulang, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memenuhi standar dan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai penjamin.
Dosen Prodi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Bidang Pangan dan Gizi, Annisa Dwi Utami, mengatakan program MBG sebenarnya cukup baik untuk mempercepat penurunan stunting. Percepatan tersebut memang perlu dilakukan sebagai upaya mengejar penurunan target prevalensi stunting 14,2% pada 2029 dan 5% 2045. Saat ini angka stunting berada di angka 19,8% berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.
"Kasus keracunan massal pada program makan bergizi gratis (MBG) sangat disayangkan. Saya lihat laporan CISDI per 19 September tercatat ada 5.626 kasus (keracunan MBG) di 17 provinsi dan angkanya terus bertambah. Akan tetapi, kejadian tersebut dapat dicegah jika monitoring berjalan dan dilakukan oleh pemegang program, baik saat awal beroperasi maupun ketika sudah berjalan," katanya, Kamis (25/9).
Ia mengatakan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memenuhi standar desain fasilitas dapur termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat mutlak sebelum operasional dijalankan.
Syarat itu sudah cukup baik sebagai langkah awal penjaminan keamanan makanan akan diproduksi kalau dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Sebagai langkah awal harus dipenuhi dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau ahli gizi wajib memastikan setiap pramusaji dan pramumasak memahami serta menerapkan prinsip dasar personal hygiene dalam pengolahan makanan mulai aturan penggunaan masker, penutup kepala, sarung tangan, celemek, mencuci tangan dengan sabun, menutup luka, tidak menggunakan perhiasan, aksesoris serta lainnya dan kondisi sehat saat bekerja," ujarnya.
Menurut Annisa, penggunaan bahan makanan juga harus diperhatikan. Sebaiknya menggunakan bahan pangan lokal supaya lebih mudah ditemukan sehingga kondisinya lebih segar dan lebih familiar untuk anak. Selain itu, akan lebih baik jika setiap SPPG punya standar kualitas seperti spesifikasi bahan baku yang digunakan dan memilih supplier berdasarkan standar tersebut.
"Jadi misalkan untuk daging ayam segar berdasarkan apa, warna daging, aroma, tekstur dagingnya seperti apa itu masuk ke standar mutu. Namun, untuk keracunan massal perlu dicari tau dulu kemungkinan terjadi kontaminasi, apakah dari bahan kurang segar, pekerja, lingkungan kurang bersih, penanganan makanan setelah dimasak dan distribusi kurang tepat," katanya.
Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa disorot dari kasus keracunan yang sudah terjadi seperti dari penggunaan peralatan seperti pisau, talenan harus dibedakan untuk penggunaan bahan mentah, sayuran, buah, atau makanan matang.
Karena, SPPG biasanya memproduksi dalam waktu terbatas. Untuk itu, makanan harus dipastikan matang dengan baik dan cara kerja harus diperhatikan.
"Apakah ada bahan dapat dipersiapkan lebih awal, disimpan dalam kulkas saat waktu baru masak dan harus diperhatikan agar tidak terburu-buru. Suhu dan tempat penyimpanan makanan yang sudah dimasak saat pemorsian dan saat distribusi harus diperhatikan. Jangan membiarkan makanan sudah dimasak ada pada suhu ruang lebih dari 2 jam, jika disimpan, pastikan di bawah 5 derajat atau lebih dari 60 derajat celsius sebelum disajikan. Karena, suhu 5-60 derajat celsius adalah titik kritis berkembangnya bakteri patogen," jelasnya.
Menurut dia, jika pengetahuan terkait tata kelola dapur dan personal hygiene, cara handling makanan tepat setelah dimasak, distribusi, serta pemilihan bahan lokal segar dipahami dan diimplementasikan dengan baik maka kejadian keracunan dapat dicegah.
Namun, perlu ada kolaborasi lintas sektor dan institusi terutama untuk mengevaluasi kembali cara kerja serta implementasi program MBG tersebut.
"Saya rasa Badan Gizi Nasional (BGN) perlu menggandeng Persagi, Pergizi Pangan dan PGRI, jika sasarannya anak sekolah untuk memastikan implementasi MBG berjalan dengan lebih baik dan anak-anak kita juga mendapat makanan dengan nutrisi baik dan layak mendukung tumbuh kembang anak. Pangan lokal juga menjadi opsi lebih baik, karena mudah didapat dan biasanya lebih segar supaya anak biasa mengonsumsi," pungkasnya. (AD/E-4)
Kejaksaan Tinggi Jawa Barat masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara yang saat ini tengah diaudit BPKP.
MENYAMBUT bulan suci Ramadan, Keraton Kasepuhan kembali menggelar tradisi dlugdag. Tradisi ini sebagai momen menyambut gembira kehadiran bulan yang penuh berkah.
Upaya ini mencakup manajemen rekayasa lalu lintas (lalin), perbaikan penerangan jalan umum (PJU), hingga penataan sarana parkir bagi pengunjung.
Dunia usaha tidak bisa berjalan sendiri jika ingin tumbuh optimal.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi petani yang menjadi perhatian nasional.
Buky sangat mengapresiasi dengan sistem pengolahan sampah di Pasar Induk Caringin yang bisa menghasilkan produk bermanfaat bagi masyarakat
Capaian ini ditandai dengan pertumbuhan penjualan tenaga listrik, peningkatan jumlah pelanggan, serta akselerasi pemanfaatan layanan digital.
Aksi dilakukan untuk memastikan kawasan perdagangan ini tetap bersih, tertata dan nyaman bagi para pedagang maupun pengunjung.
Keempat kampus yang membuka Prodi Spesialiasi dan Sub Spesialis ialah Unpad, Unisba, Unjani dan Universitas Maranatha.
HARGA pangan kebutuhan masyarakat di Kota Sukabumi, Jawa Barat, terpantau naik pada sehari sebelum Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2).
Dari beberapa ruas jalan yang akan diperbaiki tahun ini, rencananya akan diintervensi Pemprov Jawa Barat.
Jumlah tersebut meningkat 52% dari lalu lintas normal. Volume tersebut didominasi oleh kendaraan menuju Cirebon.
OBSERVATORIUM Bosscha Lembang masih akan melakukan pengamatan bulan sabit muda (hilal), meski Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan awal bulan Ramadhan jatuh pada Kamis (19/2).
Selama dua hari pelaksanaan, booth EIGER Adventure Land dikunjungi hampir 1.000 orang.
NANI Rubiyani, ibunda Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, wafat pada Selasa (17/2) pukul 22.58 WIB di Kota Bogor.
EIGER Adventure melalui kampanye EIGER Share menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa perlengkapan pakaian bagi para korban bencana longsor di Desa Pasirlangu.
PLN telah menyiagakan personel dan memastikan sistem kelistrikan dalam kondisi prima.
Kendaraan itu bagian dari strategi pemerintah daerah mengendalikan laju inflasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved