Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, bayi siap memasuki fase eksplorasi melalui Makanan Pendamping ASI (MPASI). Di saat inilah fondasi kemampuan sensorik, motorik, dan kognitif
anak sedang berkembang pesat.
"Pengenalan berbagai rasa, tekstur, dan aroma makanan dapat mengasah
perkembangan sensorik, sehingga si kecil bisa belajar menerima makanan baru, membentuk preferensi makan sehat sejak dini1 dan mengurangi kemungkinan menjadi pemilih makanan (picky-eater)," ungkap pakar kesehatan anak, dr Miza Afrizal, SpA, di Bandung, Sabtu (28/12)
Dalam acara Pesta Explorasa yang digelar Promina produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur di Summarecon Mal itu, Miza menambahkan, pada masa itu, si kecil juga dapat melatih keterampilan motorik halus, serta memperkuat otot-otot rahang, lidah, dan mulut yang turut membantu perkembangan kemampuan bicaranya.
Eksplorasi makanan, lanjut dia, juga bermanfaat bagi perkembangan kognitif si kecil karena dapat meningkatkan jumlah sinaps (penghubung sel otak) yang mendukung kemampuan berpikir dan memecahkan masalah.
Ditambahkannya, dari segi kecerdasan emosional, pengalaman eksplorasi menumbuhkan rasa ingin tahu (curiosity). Ini membentuk si kecil menjadi
pribadi yang berpikiran terbuka (open mindedness) dan adaptif, karena berani dan terbiasa mencoba hal-hal baru.
“Namun, orangtua perlu selektif dalam memilih MPASI untuk si kecil. Selain MPASI homemade, MPASI fortifikasi dapat menjadi pilihan karena mengandung gizi terukur sesuai kebutuhan harian si kecil. Orangtua dianjurkan untuk memilih produk yang terdaftar resmi di BPOM sebagai MPASI atau Makanan untuk bayi dan anak agar terjamin keamanannya,”
tandasnya.
Memahami pentingnya tahap ini, Promina, menggelar Pesta Explorasa, sebuah acara interaktif yang mengajak orangtua bersama si kecil untuk bereksplorasi beragam jenis makanan dan mendapatkan bekal ilmu
pengetahuan dari para ahli.
Acara ini juga menghadirkan berbagai aktivitas seru seperti Baby Cafe, Baby Olympic, dan Zona Sehat, agar orangtua termotivasi dalam
mengoptimalkan eksplorasi si kecil melalui pengenalan keberagaman dunia penuh rasa bersama Promina.
Kombinasi Promina
Salah satu pengalaman dibagikan Chef Devina Hermawan. Seperti ibu pada umumnya, dia juga sering menghadapi tantangan dalam menyiapkan MPASI
untuk buah hatinya. Terkadang bingung dalam mengukur nilai gizi dan harus kreatif dalam membuat berbagai variasi makanan.
Apalagi setiap anak memiliki preferensi makanan yang berbeda. “Saya mengatasi tantangan ini dengan mengombinasikan Promina dengan bahan makanan yang ada di rumah. Promina membantu saya menghadirkan variasi menu yang tidak hanya bergizi tetapi juga menarik," paparnya.
Produk Promina, lanjut dia, sangat mudah untuk diolah menjadi berbagai kreasi MPASI, sehingga anaknya bisa menikmati beragam rasa dan tekstur sesuai tahapan usianya.
Sementara itu, Stephanie Lay, Head of Marketing Indofood Nutrition & Special Foods Division ICBP menegaskan bahwa Promina hadir sebagai solusi praktis untuk memastikan bayi bisa mencoba keberagaman rasa dan tekstur dalam mengoptimalkan fase eksplorasinya. Promina juga berupaya memenuhi kebutuhan mikronutrien yang sulit tercukupi melalui MPASI homemade saja.
"Promina sudah memenuhi semua standar yang diharuskan untuk produk makanan bayi dan anak. Mulai dari bahan, penyiapan, juga lingkungan pabriknya," tandasnya.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved