Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMATAN astronomi di Observatorium Bosscha Lembang, Kabupaten Bandung Barat sudah beberapa hari terakhir terganggu aktivitas pasar malam.
Pasalnya, pengelola pasar malam kerap memasang lampu sorot yang memancarkan cahaya ke atas langit. Kondisi ini mengakibatkan alat pengamatan seperti kamera dan teleskop tak bisa menangkap benda-benda astronomi.
Wakil Kepala Observatorium Bosscha, Dhani Herdiwijaya mengatakan,
keberadaan lampu sorot yang terdeteksi di sekitar wilayah Bandung sangat menganggu aktivitas pengamatan bintang.
Baca juga : Gerhana Matahari Total 20 April, Bosscha Lakukan Ekspedisi ke Pulau Kisar Maluku
"Jumlah lampu sorot yang menganggu aktivitas pengamatan lebih dari dua
titik dengan kekuatan 5.000 watt. Terdeteksi di Alun-alun Lembang,
Parongpong dan Kota Bandung," katanya, Kamis (18/7).
Padahal, lanjut dia, musim kemarau seperti saat ini merupakan waktu yang tepat mengamati penampakan bintang di Bosscha. Namun akibat dampak polusi cahaya dari lampu sorot, hasil pengamatan menjadi jelek karena alat pengamatan kemasukan cahaya.
"Kita mengamati dengan teleskop ada detector dan kamera. Detector lebih
sensitif terhadap cahaya. Cahaya masuk ke teleskop dan ke deteksi temuan detektor, sehingga kita tidak bisa mengamati," ujarnya.
Baca juga : Berusia Satu Abad, Observatorium Bosscha Ditantang Lahirkan Riset Nanosatelit
Pihaknya akan menyampaikan keluhan ini kepada aparat pemerintahan
mulai dari desa hingga tingkat kabupaten. "Kami akan mengingatkan
masyarakat agar tidak menggunakan lampu sorot," jelasnya.
Merespon keluhan tersebut, Pemkab Bandung Barat mengaku pengendalian polusi cahaya belum jadi fokus utamanya. Pemerintah daerah belum terlibat aktif menekan polusi cahaya, baik dari sisi kebijakan ataupun regulasi.
Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup
(DLH) Bandung Barat, Zamilia Floreta mengungkapkan, selama ini fokus
utamanya adalah pengendalian polusi di air, udara, dan menjaga daerah tutup lahan.
"Jadi kita tidak bergerak dalam pengendalian polusi cahaya. Kita masih
fokus ke skala prioritas dan inditator kinerja utama yakni pengendalian
lingkungan di air, udara, tutupan lahan," paparnya.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved