Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BERADA di daerah terpencil, membuat kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN)
Cikapundung 1 jauh dari hingar bingar saat menyambut tahun ajaran baru atau masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
Tak seperti di sekolah lain, suasana sekolah yang terletak di Desa
Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung ini nampak tidak begitu ramai. Total hanya 15 orang siswa baru yang bersekolah di SD yang berlokasi di tengah perbukitan ini.
Pihak sekolah hanya menyambut para murid baru dengan seremonial sederhana. Maklum saja, sekolah ini hanya dihuni oleh murid yang orangtuanya mayoritas bekerja di perkebunan yang wilayahnya jauh dari perkotaan.
Baca juga : Pemkot Tangerang Pastikan tidak Ada Perundungan Berkedok Orentasi Siswa Baru
"Tadi pagi dilaksanakan upacara keseluruhan, kemudian serah terima murid baru dari orangtua ke pihak sekolah. Kemudian masuk ruangan lalu perkenalan dari mulai kepala sekolah dan guru kelas," kata Kepala SDN Cikapundung 1, Tjetjep Nurmansyah saat ditemui, Senin (15/7).
SDN Cikapundung 1 berada di paling ujung utara Kabupaten Bandung atau masuk ke wilayah PTPN VIII. Jarak dengan kampung atau desa lain cukup jauh. Meski wilayahnya masuk Kabupaten Bandung namun warganya lebih sering beraktivitas ke Lembang di Kabupaten Bandung Barat.
Tjetjep pun mengakui jumlah murid yang bersekolah di SD Cikapundung 1 sedikit dibanding sekolah di perkotaan karena hanya dihuni warga Kampung Bukit Unggul. Jumlah murid baru lebih banyak dibandingkan kakak-kakak kelasnya.
Baca juga : MPLS Peserta Didik Baru Sekolah Angkasa Resmi Dibuka Danlanud Husein Sastranegara
"Total murid dari kelas 1-6 ada 62 orang, terbagi kelas 1 sebanyak 15
orang, kelas 2 tujuh orang, kelas 3 ada 17 orang, kelas 4 tujuh orang,
kelas 5 tujuh orang dan kelas 6 ada sembilan orang," ungkapnya.
Kondisi sekolah di daerah terpencil seperti SDN Cikapundung 1 sangat
membutuhkan perhatian pemerintah. Dukungan dan pengawasan dari instansi
terkait terhadap sekolah terpencil kurang, dibandingkan dengan perlakuan terhadap sekolah di perkotaan.
"Jadi baik dari sarana prasarana dan jumlah siswa memang sekolah ini
tertinggal. Jadi tidak semua siswa memiliki buku pelajaran. Sementara untuk pembelian buku saja sudah berapa yang harus dikeluarkan. Untuk operasional saja kita harus pintar-pintar mengalokasikannya," tuturnya.
Baca juga : Mengapa MPLS Penting untuk Siswa Baru di Sekolah?
Mengabdi di sekolah terpencil, banyak suka duka yang dialami Tjetjep. Saat sebulan lalu dirinya menginjakan kaki di SDN Cikapundung 1. Kondisi jalan yang masih bebatuan dan ketiadaan sinyal menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya dan guru lainnya dalam menyebarkan ilmu.
"Sukanya, sudah sampai sekolah saya merasa bahagia, udaranya sejuk, bersih, para gurunya baik. Dukanya di perjalanan, kita harus melewati jalan belakang pegunungan yang masih berbatu sepanjang 500 meteran," bebernya.
Walaupun tidak banyak memiliki teman di sekolah, para murid tetap semangat dan senang belajar di SDN Cikapundung 1. Mereka tampak bahagia bermain dengan teman sebayanya saat jam istirahat.
"Ya biasa saja, enggak masalah," ucap salah seorang murid kelas 6 saat
bermain bola di halaman sekolah.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved