Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Cianjur memastikan ketersediaan anggaran
kebencanaan. Sesuai aturan, anggarannya dialokasikan dari biaya tak
terduga (BTT).
Bupati Cianjur Herman Suherman menjelaskan, setiap tahun BTT dialolasikan untuk hal-hal tak terduga di luar perencanaan. Salah satunya dialokasikan untuk penanganan kebencanaan. "BTT kita siap, cukup gede," katanya, Rabu (10/1).
Dia mengatakan, sekarang mulai diskemakan pembagian penganggaran
kebencanaan. Artinya, anggaran kebencanaan tak melulu dialokasikan dari
APBD. "Nanti dana desa juga bisa dipakai," jelasnya.
Hanya, lanjut Herman, anggaran penanganan kebencanaan yang dialokasikan
dari dana desa tentu tak sebesar dari APBD. Misalnya, anggaran dari dana desa dialokasikan untuk penanganan bencana berskala kecil.
"Untuk bencana alam yang kecil, itu bisa ditanggulangi dari dana desa.
Misalnya ada jalan desa yang terdampak bencana. Untuk bencana skala
bencana, anggarannya oleh APBD," ucapnya.
Dia menuturkan, selama ini anggaran penanganan kebencanaan seluruhnya dibebankan ke APBD. Ke depan, dengan adanya skema pembagian postur anggaran penanganan kebencanaan, maka beban APBD tidak terlalu besar.
"Kita nanti bagi-bagi. Tapi tentu harus ada dulu payung hukumnya. Mungkin nanti kita atur melalui peraturan bupati," tegas Herman.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsigaan BPBD Kabupaten Cianjur, Herli
Permana, mengatakan pembiayaan kebencanaan dari dana desa misalnya
dialokasikan untuk operaasional personel Desa Tangguh Bencana (Destana). BPBD, hanya mendukung dari sisi pelatihan personel, simulasi, serta hal-hal berkaitan peningkatan kapasitas penanganan kebencanaan.
"Operasional Destana merupakan tanggung jawab pihak desa. Jadi, anggarannya bisa dialokasikan dari dana desa," kata Herli.
Di Kabupaten Cianjur, Destana sudah terbentuk di 145 desa. Tujuan dibentuk Destana itu agar saat terjadi bencana di wilaya, desa bisa mandiri menanganinya.
"Intinya, penanganan pertama saat terjadi bencana itu dilakukan Destana," pungkasnya. (SG)
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved