Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Investasi Teknologi dan AI Meningkat, BI Bandug Minta Pemerintah Siapkan Pendidikan Vokasi

Bayu Anggoro
24/2/2026 22:31
Investasi Teknologi dan AI Meningkat, BI Bandug Minta Pemerintah Siapkan Pendidikan Vokasi
Bank Indonesia Bandung menggelar diskusi ekonomi terkait pengaruh teknologi dan kecerdasan buatan.(MI/BAYU ANGGORO)

INVESTASI di bidang teknologi dan kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan meningkat. Pemerintah dan masyarakat diminta untuk menyiapkan diri agar banyak yang terserap lapangan kerja.

Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar, di Bandung, Selasa (24/2). Dia menjelaskan, investasi teknologi khususnya AI trennya terus meningkat di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.

"Di Amerika Serikat, microsoft, alphabet, meta, investasinya ratusan miliar dollar. Jadi investasi di teknologi dan AI ini lagi kencang," katanya.

Menurut dia, hal serupa pun terjadi di Eropa dan Jepang. Pertumbuhan ekonomi di kedua kawasan tersebut diprediksi akan melambat.

"Walau pertumbuhan ekonomi di Eropa dan Jepang diprediksi melambat, tapi investasi AI meningkat," katanya.

Muslimin menambahkan, kondisi serupa pun terjadi di dalam negeri.

Sebagai contoh, saat ini semakin gencar investasi teknologi di Jawa Barat yang mendatangkan banyak modal. Investasi tersebut menghadirkan teknologi tinggi yang menggunakan robot, AI, dan otomasi lainnya.

"Tidak heran kalau investasi padat modal ini meningkat, tapi tidak berkorelasi terhadap penyerapan tenaga kerja," katanya.

Muslimin berharap hal ini bisa menjadi perhatian bagi pihak-pihak terkait di dalam negeri. Bagi pemerintah harus lebih serius dalam menyiapkan pendidikan vokasi berkualitas. Hal ini penting agar semakin banyak masyarakat kita yang terserap kerja di perusahaan teknologi dan AI.

"Jadi kurikulumnya harus link and match. Harus sesuai dengan kebutuhan di lapangan, terutama yang teknologi tinggi," tandasnya.

Muslimin menegaskan pentingnya penyiapan sumber daya manusia melalui pendidikan yang tepat sasaran.

"Kalau tidak dipersiapkan, jangan sampai nanti tenaga kerjanya dari luar Jawa Barat, bahkan dari luar negeri. Jadi ketika investasi teknologi dan AI ini masuk, tenaga kerja kita sudah siap," katanya.

Untuk itu, pemerintah harus mengoptimalkan investasi di sektor padat karya untuk menyerap tenaga kerja. Salah satunya dengan memaksimalkan investasi di pertanian dan perkebunan.

"Investasi di pertanian dan perkebunan banyak menyerap tenaga kerja. Ini yang harus dimaksimalkan," tandas Muslimin.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner