Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung Cetak Kriyawan Tekstil Berkarakter dan Berdaya Saing

Sugeng Sumariyadi
24/2/2026 21:23
Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung Cetak Kriyawan Tekstil Berkarakter dan Berdaya Saing
Mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah Bandung memperlihatkan hasil karya mereka.(ISTIMEWA)


UNIVERSITAS Muhammadiyah Bandung terus mendorong setiap program studi terus berinovasi. Salah satunya dilakukan Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion yang terus memperkuat posisinya sebagai program studi yang mengedepankan kreativitas, budaya, dan inovasi tekstil berbasis keberlanjutan.

Kepala Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung Saftiyaningsih Ken Atik menegaskan bahwa prodi ini dirancang untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi memiliki visi keilmuan dan karakter kuat.

Menurut dia, keunggulan utama Prodi Kriya Tekstil dan Fashion terletak pada pendekatan keilmuan yang berpusat pada medium tekstil.

“Kami tidak berhenti pada desain visual atau sekadar gaya, tetapi menempatkan tekstil sebagai medium utama dalam proses berpikir, berkarya, dan berinovasi,” ujarnya, di Kampus UM Bandung, Selasa (24/2).

Dia menjelaskan, pembelajaran di prodi ini difokuskan pada tiga ranah utama, yakni structure design, surface design, serta integrasi dan implementasi tekstil. Pada ranah structure design, mahasiswa dibekali pemahaman mendalam tentang struktur material tekstil.

“Mahasiswa tidak hanya merancang bentuk, tetapi memahami bagaimana struktur tekstil diciptakan melalui tenun, anyam, rajut, crochet, hingga manipulasi tekstil,” jelas Ken Atik.

Sementara itu, pada ranah surface design, mahasiswa diarahkan untuk menggali kekayaan budaya lokal sebagai sumber inspirasi.

Dia menegaskan bahwa wastra Nusantara menjadi fondasi penting dalam proses kreatif.

“Budaya lokal kami jadikan basis inovasi, sehingga karya yang lahir tidak kehilangan identitas dan nilai artistiknya,” tuturnya.


Integrasi dan implementasi

 

Lebih lanjut, Ken menyampaikan bahwa integrasi dan implementasi tekstil menjadi ciri khas yang membedakan lulusan Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung.

“Kami ingin lulusan menjadi textile creator dan innovator. Bukan hanya desainer busana, tetapi kriyawan tekstil yang mampu menghadirkan solusi desain di berbagai bidang,” ungkapnya.

Dari sisi pembelajaran, Ken Atik menekankan bahwa kurikulum disusun berbasis Project-Based Learning. Proses belajar dilakukan melalui studio praktik, eksplorasi teknik dan material, serta proyek desain yang berangkat dari persoalan nyata.

“Mahasiswa kami latih untuk merespons isu keberlanjutan, limbah tekstil, hingga pengembangan teknik tradisional menjadi produk modern,” katanya.

Prodi ini juga secara aktif mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Mahasiswa dikenalkan pada desain tekstil digital, desain fashion berbasis teknologi, hingga konsep hybrid craft.

“Kami menjembatani warisan kriya dengan teknologi masa depan, agar mahasiswa adaptif terhadap perkembangan industri,” jelas Ken Atik.

Selain itu, koneksi dengan dunia industri menjadi perhatian serius Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung. Melalui program magang, kerja profesi, dan kolaborasi dengan UMKM, mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan produk yang siap masuk pasar.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga siap secara profesional,” tambahnya.

Dengan pendekatan tersebut, Ken Atik optimistis lulusan Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung memiliki prospek karier yang luas.

“Lulusan kami diproyeksikan menjadi kriyawan tekstil profesional, perancang fashion, wirausahawan, hingga peneliti pemula yang berkarakter, beretika, dan berkelanjutan,” tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner