Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Pengamanan Berlapis Data Center Jadi Kunci Ketahanan Infrastruktur Digital Nasional

Sugeng Sumariyadi
23/2/2026 15:03
Pengamanan Berlapis Data Center Jadi Kunci Ketahanan Infrastruktur Digital Nasional
Kamera menjadi kunci pengamanan Data Center adalah penerapan sistem keamanan terintegrasi.(ISTIMEWA)

PUSAT Data (Data Center) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern di dunia, termasuk Indonesia. Data Center menjadi lokasi vital bernilai sangat tinggi yang mendukung kelancaran pelayanan publik maupun swasta, aliran informasi dan konektivitas, transformasi digital, kota pintar (smart cities), hingga pengumpulan dan  penyimpanan data.

Oleh karenanya, keamanan Data Center menjadi sangat krusial dan strategis.

Country Manager Axis Communications Johny Dermawan, menjelaskan dengan fungsinya yang sangat vital, Data Center menuntut operasi tanpa henti (zero downtime). Sebagai infrastruktur kritis, kecenderungan ancaman dan risiko harus ditangani dengan teliti sejak dini.

“Data Center adalah infrastruktur fisik dimana tantangan tidak hanya bersifat digital, tetapi juga material. Ancaman bisa bersifat makro dan operasional yang menuntut tim teknologi informasi dan keamanan untuk terus waspada,” kata Johny, di Bandung, Senin (23/2).

Pada tingkat makro, risiko yang dihadapi lokasi Data Center meliputi biaya pasokan listrik, inflasi, ketersediaan dan retensi talenta lokal, kondisi geopolitik, serta perubahan rantai pasok global pada era pasca pandemi. Secara operasional, tantangan Data Center muncul dari tuntutan zero downtime, gangguan, akses ilegal, keselamatan karyawan, penyamaran (impersonation), serta serangan siber.

Seluruh ancaman tersebut dapat menimbulkan konsekuensi serius apabila tidak ditangani sejak tahap perancangan awal (commissioning).

Kedua jenis risiko tersebut berpotensi meningkat seiring dengan ekspansi operasional pusat data.

Menurut Global Outlook Data Center 2026, kapasitas Data Center di kawasan Asia Pasifik akan meningkat sebesar 12% (CAGR), dari 32 gigawatt menjadi 57 gigawatt pada 2030.  

Berdasarkan Kementerian Komunikasi dan Digital, Indonesia saat ini memiliki 185 Data Center dengan total kapasitas 274 megawatt dan menargetkan lebih dari 2.000 megawatt pada 2029.


Pendekatan berlapis


Johny menjelaskan, kunci pengamanan Data Center adalah penerapan sistem keamanan terintegrasi melalui pendekatan berlapis (multi-layered approach). Pendekatan ini terdiri dari enam kombinasi yang saling memperkuat satu sama lain.

Pertama, pengawasan video dengan analitik dan cakupan 100%. Kamera kini digunakan sebagai sensor kaya data dalam banyak aplikasi. Kamera tidak hanya merekam insiden tetapi juga membantu memungkinkan pengambilan keputusan secara real-time yang memainkan peran penting dalam mengamankan Data Center dari ancaman internal dan eksternal melalui pencegahan, analisis dan respons real-time, serta dokumentasi.

Dari perspektif eksternal, lokasi Data Center seringkali memiliki perimeter yang luas, dengan upaya penyusupan sebagai ancaman utama.

“Pemasangan kamera termal dan visual multi sensor di sepanjang perimeter yang dikombinasikan dengan radar dan solusi audio memberikan garis pertahanan yang kuat dan komprehensif,” ujarnya.

Kombinasi ini membantu mengoptimalkan investasi dan memberikan cakupan 100% dengan titik buta minimal hingga nol. Kamera termal juga dapat dipasang untuk mengukur panas perangkat dan rak server (peta panas), memberi peringatan kepada staf terhadap lonjakan suhu yang tidak biasa, potensi panas berlebih pada server kritis, deteksi asap dan kebakaran, serta memicu pengumuman evakuasi melalui audio jaringan.

Dikombinasikan dengan data analitik, kamera dapat mendeteksi potensi pelanggaran atau perilaku lokal yang tidak diinginkan tepat di luar perimeter, memberi peringatan kepada staf, serta memungkinkan mereka menilai dan merespons situasi. Kamera yang sama juga dapat berfungsi sebagai kontrol akses melalui pengenalan wajah atau pelat nomor yang cepat dan akurat.

Kamera modern juga dirancang untuk mengonsumsi lebih sedikit penyimpanan sambil tetap merekam rekaman beresolusi tinggi.

Kedua, peningkatan akurasi dengan pengawasan radar. Ini merupakan pertahanan Data Center di dalam pagar.

Menurut Johny, penting untuk melacak pergerakan di seluruh area Data Center, baik di darat maupun dari serangan drone udara. Kombinasi kamera dan radar digunakan untuk dengan cepat melacak aktivitas mencurigakan oleh individu di seluruh lokasi sekaligus secara akurat mendeteksi posisi mereka.

Sementara itu, kamera PTZ memungkinkan investigasi yang lebih rinci sesuai kebutuhan. Kamera yang terintegrasi radar juga mengurangi titik buta dan memberikan data yang lebih akurat.

Ketiga, kontrol akses yang sangat aman (foolproof). Ini adalah akses ke gedung Data Center. Kontrol akses sering digunakan dalam kombinasi kartu, PIN, dan biometrik sesuai peraturan yang berlaku.

Saat ini solusi juga sudah berevolusi memakai otentikasi multi-faktor dan berbagai sistem lainnya. Di dalam ruang server, akses ke ruangan dan rak dapat dijaga lebih lanjut dengan pemindai sidik jari atau kode QR.

Sementara kamera dengan sensor gerak memberikan pengawasan visual dan dokumentasi setiap kali dipicu. Sistem kamera modular di dalam rak juga turut melacak pembukaan pintu dan aktivitas tak terduga lainnya.

Keempat, solusi yang dipakai tubuh (body worn) sebagai bukti forensik. Kamera yang dikenakan di tubuh menambah lapisan keamanan. Kamera ini menjadi bukti kuat saat perbaikan dan instalasi berlangsung.

Pekerja dapat mendokumentasikan semua perubahan, memberikan bukti forensik berkualitas tinggi untuk ditinjau jika ada kecurigaan perusakan. Kamera tubuh juga dipakai mendeteksi dampak, memperingatkan staf ketika pemakainya jatuh ke tanah dan secara signifikan mempercepat bantuan apapun yang diperlukan.


Audio jaringan


Kelima, meningkatkan sistem dengan audio jaringan. Alarm dan kemampuan audio pendukung adalah pelengkap yang diperlukan untuk sistem pengawasan.

Solusi berbasis IP memungkinkan pengumuman dan peringatan otomatis untuk mencegah penyusup maupun memperingatkan staf, bahkan dalam penegakan aturan yang lebih lunak seperti mencegah penyeberangan sembarangan di area terlarang.

Perangkat Ini juga memainkan peran penting dalam situasi darurat dan evakuasi, menyiarkan peringatan, instruksi, dan panduan. Komunikasi dua arah dapat lebih memverifikasi akses personel atau memberikan instruksi hiper lokal. Mereka juga dapat memutar musik latar yang menenangkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan.

Keenam, solusi aman di setiap tahap. Selain pengamanan fisik, hal yang tak kalah pentingnya adalah penyiapan sistem keamanan siber.

“Sebagai target serangan siber, memastikan sistem yang aman sangatlah vital. Solusi yang mendukung prinsip zero-trust dan mematuhi standar keamanan tertinggi untuk perangkat keras dan perangkat lunak sangat penting untuk meminimalkan kerentanan, memanfaatkan enkripsi dan lingkungan eksekusi terpercaya,” tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner