Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Unisba Kukuhkan Lebih dari 1.200 Wisudawan

Media Indonesia
15/2/2026 21:35
Unisba Kukuhkan Lebih dari 1.200 Wisudawan
Rektor Universitas Islam Bandung Prof A. Harits Nu’man memimpin Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 di kampus Unisba(ISTIMEWA)

UNIVERSITAS Islam Bandung (Unisba) kembali menyelenggarakan Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Aula Utama Unisba, pada Sabtu–Minggu (14–15/2).

Pada kegiatan ini, lebih dari 1.200 lulusan resmi dikukuhkan dari jenjang Doktor, Magister, Profesi, dan Sarjana.

Prosesi wisuda dilaksanakan selama dua hari dalam tiga sesi, dengan dua sesi pada hari pertama dan satu sesi pada hari kedua. Para wisudawan berasal dari berbagai fakultas dan program studi di lingkungan Unisba.

Rektor Unisba, Prof A Harits Nu’man menegaskan bahwa wisuda merupakan momentum penting dalam perjalanan akademik lulusan. Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa, dan agama.

Menurutnya, lulusan Unisba diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, sosial, dan fisik yang seimbang. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan globalisasi, para lulusan dituntut untuk terus belajar, adaptif, dan inovatif agar tetap relevan serta kompetitif.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, loyalitas terhadap almamater, dan semangat kemandirian melalui penerapan prinsip 3M, yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang.

Sebagaimana wisuda sebelumnya, Unisba turut memberikan apresiasi kepada lulusan berprestasi, baik sebagai lulusan terbaik, tercepat, maupun termuda, sebagai bentuk penghargaan atas capaian akademik yang diraih.


Prinsip kesetaraan


Dalam kesempatan tersebut, Rektor menegaskan komitmen Unisba sebagai kampus yang terbuka dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan. Kehadiran wisudawan non-Muslim dalam wisuda kali ini mencerminkan bahwa Unisba tidak membedakan latar belakang suku, agama, maupun ras. Keberagaman ini menegaskan jati diri Unisba sebagai Perguruan Tinggi Islam yang berlandaskan nilai rahmatan lil ‘alamin.

Prof Haritz juga menyampaikan bahwa lulusan Unisba memiliki kesiapan karier yang baik. Sejumlah lulusan telah bekerja, berwirausaha, maupun direkrut melalui program magang yang difasilitasi kampus, termasuk kesempatan magang internasional guna memperkuat kompetensi global.

Unisba, lanjutnya, memberikan ruang yang sama bagi seluruh mahasiswa tanpa paksaan dalam hal keyakinan. Namun demikian, seluruh mahasiswa tetap mengikuti norma akademik yang berlaku, termasuk kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) selama tujuh semester serta dua program pesantren, yakni pesantren mahasiswa dan pesantren sarjana.

Apresiasi turut disampaikan kepada orangtua dan keluarga wisudawan atas kepercayaan yang diberikan kepada Unisba, serta kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mahasiswa selama masa studi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof Miftah Faridl, menyampaikan bahwa kelahiran sarjana merupakan salah satu indikator kemajuan peradaban bangsa.

Ia mengajak para lulusan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, berbakti kepada orang tua, serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Lukman mengingatkan para lulusan agar siap menghadapi persaingan dunia kerja dan tantangan perkembangan teknologi.

Ia mendorong lulusan Unisba untuk bersikap adaptif, inovatif, serta terus mengembangkan kompetensi diri.

Lukman juga menyampaikan pesan agar para lulusan senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, sikap transformatif, kemampuan adaptasi, dan sikap realistis dalam menapaki karier serta pengabdian di masyarakat.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner